PASBAR, HANTARAN.Co — Pemerintah Daerah Pasaman Barat menggelar Rapat Koordinasi dan Penandatangan Komitmen bersama penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026 di aula kantor bupati setempat, Rabu (20/5).
Acara yang dibuka oleh Sekretaris Daerah Doddy San Ismail juga dihadiri oleh Forkopimda terkait, OPD terkait dan stakeholder terkait lainnya. Kegiatan ini dibidangi oleh Dinas Pendidikan Pasaman Barat.
Sekda Doddy San Ismail mengatakan penyelenggaraan Sistem Penerimaan Murid Baru merupakan salah satu tahapan penting dalam dunia pendidikan. SPMB bukan hanya sekadar proses administrasi penerimaan peserta didik.
Baca juga : Padang Tuan Rumah 20 Cabor Porprov Sumbar 2026
“Tetapi juga menjadi bagian dari upaya kita dalam menjamin pemerataan akses pendidikan, transparansi layanan publik, serta keadilan bagi seluruh masyarakat,”katanya.
Ia melanjutkan, SPMB hadir sebagai bentuk transformasi dari sistem penerimaan sebelumnya dengan tujuan menciptakan proses seleksi yang lebih objektif, transparan, akuntabel, berkeadilan, dan tanpa diskriminasi sehingga dapat memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh calon murid untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas.
Pemda Pasbar gelar Rakor dan Penandatanganan Komitmen bersama
“Oleh karena itu, pelaksanaan SPMB harus dilaksanakan secara objektif, transparan, akuntabel, nondiskriminatif, dan berkeadilan. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga dapat memberikan rasa percaya kepada masyarakat. sinergi dan saya menyambut baik pelaksanaan rapat koordinasi ini sebagai bentuk penguatan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam menyukseskan penyelenggaraan SPMB di Kabupaten Pasaman Barat,”kata Doddy San Ismail.
Kemudian katanya kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan agar seluruh tahapan pelaksanaan dapat berjalan lancar, tertib, aman, dan minim permasalahan.
“Penandatanganan komitmen bersama pada hari ini juga memiliki makna penting sebagai bentuk keseriusan kita untuk menjaga integritas pelaksanaan SPMB. Komitmen ini hendaknya tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar diwujudkan dalam tindakan nyata di lapangan,”ujarnya.
Ia meminta kepada seluruh pihak terkait, khususnya Dinas Pendidikan, satuan pendidikan, serta panitia pelaksana, agar memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menyediakan informasi yang jelas dan mudah diakses, serta responsif terhadap setiap pengaduan ataupun kendala yang muncul selama proses penerimaan berlangsung.
“Selain itu, saya juga mengajak seluruh unsur Forkopimda, instansi vertikal, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen terkait untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan SPMB agar berjalan kondusif, jujur, dan sesuai aturan,”ucapnya.
Sebab, katanya pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi kemajuan daerah. Melalui pelaksanaan SPMB yang baik, Pemda sedang membangun fondasi pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan untuk generasi masa depan Kabupaten Pasaman Barat.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pasaman Barat Imter Pedri memaparkan kepada peserta rapat bagaimana mekanisme penerima siswa baru ini. Sehingga tidak terjadi lagi masalah di lapangan.
“Kita juga sudah mendata berapa yang tamat TK, SD yang akan masuk ke SMP. Dengan adanya komitmen ini tahapan demi tahapan SPMB berjalan lancar. Karena ada beberapa jalur dalam penerimaan SPMB seperti jalur domisili, jalur apirmasi, jalur mutasi dan jalur prestasi,”katanya mengakhiri. (h/os)





