BUKITTINGGI, hantaran.co – Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh Dosen Program Studi (Prodi) D III Kebidanan Kota Bukittinggi Poltekkes Kemenkes Padang di Puskesmas Tigo Baleh, Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh (ABTB) Kota Bukittinggi berjalan dengan lancar dan sukses.
Kegiatan PKM yang berlangsung di aula Puskesmas setempat pada 29 April kemarin, diketuai oleh Alyxia Gita Stellata, S.Tr.Keb. M.Keb, dengan anggota Ners. Lisma Evareny, S.Kep. MPH, dan Silvani Putri Aditya, S.ST.
Dalam pelaksanaanya, para dosen turut dibantu pula oleh 5 orang mahasiswa kebidanan dari prodi terkait yang saat ini tengah mempelajari kompetensi praktikum Askeb Kehamilan.
Turut hadir dalam kegiatan itu Kepala Puskesmas Tigo Baleh dr. Vara Dilla Kumala,
bidan Pj. Kalster 2 (Pelayanan KIA dan gizi serta pengelola ibu) Reni Hadirman,
bidan pengelola anak Musnaini, bidan pengelola imunisasi Ade Sri Wahyuni,
bidan puskesmas Sri Hartati, dan peserta pengabdian masyarakat dari Ibu hamil TM 1-3 yang berjumlah 30 orang.
Kegiatan PKM tersebut mengangkat judul “Edukasi Interaktif Metode Akupresure Untuk Mengatasi Presentasi Sungsang Pada Ibu Hamil Berbasis Kearifan Lokal Pijat Tradisional Minang”.
“Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan motivasi dan keterampilan ibu hamil dalam mengatasi presentasi sungsang melalui edukasi interaktif metode akupresur berbasis kearifan lokal,” ujar Ketua Tim Pengabdi Alyxia Gita Stellata, Senin (11/5)
Dikatakannya, kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan di wilayah Puskesmas Tigo Baleh, dengan sasaran utama adalah ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas.
Dari analisis situasi dan studi pendahuluan didapatkan permasalahan mitra seperti angka kejadian sungsang 3 kasus (2%), dan belum optimalnya peran dan fungsi kelas ibu hamil yang dilengkapi USG untuk meningkatkan animo masyarakat menghadiri kelas ibu hamil.
Kemudian masih kurangnya motivasi ibu hamil untuk menghadiri kelas ibu hamil secara rutin. Pebedaan domisili yang tidak terdata saat pemeriksaan kehamilan dan persalinan membuat cakupan target KF dan KN sulit terpenuhi, serta belum adanya penerapan asuhan komplementer (akupresure) pada PKM mitra.
Permasalahan mitra merupakan justifikasi tim PKM dengan mitra PKM berdasarkan hasil analisis situasi dan wawancara dengan kepala Puskesmas beserta pemegang program KIA.
“Prioritas masalah yang akan dikelola dalam kegiatan PKM adalah pemberdayaan masyarakat melalui Edukasi Interaktif Metode Akupresur untuk Mengatasi Presentasi Sungsang pada Ibu Hamil Berbasis Kearifan Lokal Pijat Tradisional Minang,” kata Alyxia Gita Stellata.
Ia menyebutkan, pijat tradisional Minang merupakan salah satu warisan budaya yang telah digunakan secara turun-temurun untuk meredakan berbagai keluhan selama kehamilan.
Namun, belum banyak penelitian yang mengkaji efektivitas pijat tradisional minang dalam mengatasi presentasi sungsang. Adapun pijat saat ini juga dikenal secara moderen dengan sebutan akupresure. Akupresur merupakan terapi yang sederhana, mudah dilakukan, tidak memiliki efek samping karena tidak melakukan tindakan invasif yang turut dikombinasikan dengan terapi moksibusi.
Menurutnya, kegiatan pengabdian lebih merujuk pada peningkatan motivasi dan keterampilan ibu hamil dalam mengatasi letak sungsang. Pada jangka panjang, penanggulangan masalah letak sungsang melalui pemeberdayaan ibu hamil dapat mencegah dan mengatasi kejadian presentasi sungsang di masa yang akan datang.
Dari 30 ibu hamil yang datang diperoleh 6 ibu hamil dengan kehamilan sungsang, dan 3 diantaranya sudah berada diusia kehamilan lebih 32 minggu, sehingga sudah bisa dilakukan simulasi dan uji coba secara mandiri di rumah.
“Ibu hamil dengan letak sungsang diberikan edukasi secara khusus, dan pemantauannya dilanjutkan oleh pihak puskesmas. Dalam kurun waktu sebulan kemudian akan di monev kembali oleh tim Pengabdian Masyarakat Prodi D3 Kebidanan Bukittinggi,” ucap Alyxia.
Ia mengaku, Kepala Puskesmas Tigo Baleh sangat mendukung dan mengucapkan terima kasih atas kegiatan yang dilaksanakan ini. Pihak Puskesmas juga merasa sangat terbantu dengan kegiatan untuk mengatasi kejadian presentasi sungsang.
Disamping itu, pihak Puskesmas menyatakan bahwa kegiatan ini dapat membantu ketercapaian target pada program kelas ibu hamil yaitu 8 kelas perbulan sebanyak 10 orang ibu hamil.
Kecamatan ABTB imbuh Alyxia, merupakan daerah binaan Prodi D3 kebidanan Bukittinggi. Dalam kegiatan ini dilakukan proses penilaian keterampilan untuk 6 orang ibu hamil dengan presentasi sungsang.
“Acara pengabdian ditutup setelah pengisian post-test selesai dan penyerahan akupresur kit, booklet, dan poster tentang Standar Operasional Prosedur pelaksanaan Akupresur dan Moksibusi yang diterima oleh Bidan Reni Hadirman,” ujarnya.











