PADANG, HANTARAN.CO– Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah mengajak seluruh umat Islam termasuk insan perbankan untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan dan bekerja.
Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an menjadi landasan penting dalam membangun integritas, profesionalisme, serta semangat melayani masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Mahyeldi saat menjadi khatib Salat Jumat di Kantor Wilayah (Kanwil) BRI Sumatera Barat, Jumat (24/7).
Usai salat, ia melanjutkan kegiatan dengan bersilaturahmi bersama jajaran pimpinan dan karyawan BRI Regional Office Sumatera Barat di Aula Lantai III Kanwil BRI Sumbar.
Dalam khutbahnya, Mahyeldi mengingatkan bahwa doa Ihdinash Shirathal Mustaqim yang dibaca umat Islam pada setiap rakaat salat bukan sekadar bacaan, melainkan permohonan kepada Allah SWT agar senantiasa diberikan petunjuk menuju jalan yang benar.
“Sedikitnya 17 kali sehari kita membaca Surah Al-Fatihah. Pada ayat Ihdinash Shirathal Mustaqim, kita memohon kepada Allah agar ditunjukkan jalan yang lurus. Jalan itu adalah jalan orang-orang yang telah Allah berikan nikmat,” ujar Mahyeldi.
Ia menjelaskan, makna jalan yang lurus tersebut diterangkan secara jelas dalam Surah An-Nisa ayat 69. Allah SWT menyebutkan bahwa orang-orang yang taat kepada-Nya dan Rasul akan dikumpulkan bersama golongan yang memperoleh nikmat, yaitu para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang saleh.
“Merekalah teladan yang telah lebih dahulu menempuh jalan yang lurus. Sebagai umat Islam, kita diperintahkan untuk mengikuti jejak mereka dalam menjalani kehidupan,” katanya.
Mahyeldi menegaskan bahwa jalan yang lurus bukanlah jalan yang ditempuh oleh orang-orang yang dimurkai Allah maupun mereka yang tersesat.
Oleh Karena itu, setiap muslim harus senantiasa menjaga ketaatan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW dalam setiap aspek kehidupan.
“Siapa pun yang ingin berada di jalan yang lurus harus berpegang teguh kepada ajaran Allah dan Rasul-Nya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Mahyeldi menjelaskan bahwa predikat orang saleh tidak hanya diukur dari kualitas ibadah secara pribadi, tetapi juga dari kepedulian dalam memberikan manfaat bagi sesama dan memperbaiki kehidupan masyarakat.
“Orang saleh adalah mereka yang membenarkan ajaran para nabi dan rasul, kemudian berusaha melakukan perbaikan serta mengajak manusia menuju jalan Allah. Karakter seperti inilah yang harus kita bangun dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Menurut Mahyeldi, nilai-nilai yang terkandung dalam Surah Al-Fatihah dan Surah An-Nisa ayat 69 hendaknya tidak berhenti sebagai bacaan dalam salat, tetapi menjadi pedoman dalam memimpin, bekerja, bermuamalah, serta membangun kehidupan yang dilandasi kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan kemaslahatan.
Usai menunaikan Salat Jumat, Mahyeldi bersilaturahmi dengan jajaran pimpinan dan karyawan BRI Regional Office Sumatera Barat.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi peran BRI sebagai salah satu lembaga keuangan yang memiliki kontribusi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui pembiayaan sektor produktif dan pemberdayaan pelaku UMKM.
Ia pun mengajak seluruh insan BRI untuk terus menjunjung tinggi integritas, profesionalisme, dan semangat kolaborasi dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Menurutnya, sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, sektor perbankan, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat.(h/ita)












