PADANG, HANTARAN.co—Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah (UMKM) masih
menjadi tulang punggung yang
menopang perkonomian Sumatera
Barat (Sumbar). Oleh karena itu,
Pemerintah Provinsi (Pemprov)
Sumbar terus melakukan berbagai
upaya agar semakin banyak UMKM
yang naik kelas, yang pada gilirannya
juga akan ikut meningkatkan
ekonomi daerah.
Hal ini disampaikan Gubernur Sumbar,
Mahyeldi Ansharullah saat membuka Rapat
Kerja dan Konsultasi Provinsi (Rakerkonprov)
DPP Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo)
Sumbar di Padang, Kamis (23/4/2026).
Dalam kesempatan itu, ia mengungkapkan bahwa
struktur ekonomi Sumbar saat ini masih sangat
ditopang sektor UMKM yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan.
Pemprov Sumbar mencatat, salam tiga tahun
terakhir, jumlah UMKM meningkat dari sekitar
600 ribu menjadi lebih dari 740 ribu unit usaha,
dengan sekitar 99 persen di antaranya merupakan usaha mikro. Selain itu, terdapat lebih dari
5.800 koperasi yang turut menopang perekonomian masyarakat.
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan
kekuatan sekaligus tantangan yang perlu dikelola
agar UMKM dapat berkembang dan memberikan nilai tambah yang lebih besar. Oleh karena
itu, ia meminta dukungan Apindo untuk
membantu pelaku UMKM di Sumbar naik
kelas, baik dari sisi kualitas produk maupunakses pasar.
“Bagaimana menjembatani UMKM yang
jumlahnya sangat banyak ini agar bisa masuk ke
pasar yang lebih baik dan naik kelas. Dukungan
ini yang kami harapkan dari para pengusaha
Apindo,” ujar Mahyeldi.






