Ia menambahkan, terdapat tiga fokus utama
Apindo saat ini, yakni percepatan penurunan
pengangguran, transformasi tenaga kerja dari
sektor informal ke formal, serta peningkatan
investasi untuk menciptakan lapangan kerja.
Ketua DPP Apindo Sumbar, Rina Pangeran
menyebut, Rakerkonprov tahun ini mengusung
tema “Bangkit Bersama Membangun Ekonomi
Sumatera Barat yang Tangguh dan Berkelanjutan”.
Menurutnya, tema tersebut relevan
dengan kondisi Sumbar yang tengah menghadapi
dampak bencana, namun tetap memiliki potensi
ekonomi besar di berbagai sektor.
Rina menegaskan bahwa Sumbar saat ini
tengah berada dalam fase pemulihan pascaben
cana banjir dan longsor yang berdampak pada
masyarakat, infrastruktur, dan aktivitas ekonomi.
Meski demikian, Sumbar dinilai tetap memiliki
potensi besar dari sektor pertanian, perkebunan,
industri pengolahan, hingga pariwisata.
Sebagai langkah konkret, Apindo Sumbar
menghadirkan tiga program unggulan. Pertama,
pendampingan UMKM berbasis mahasiswa
dengan skema satu UMKM didampingi lima
mahasiswa dan satu pengusaha. Tahun ini
ditargetkan sebanyak 200 UMKM akan
didampingi dengan melibatkan sekitar 1.000
mahasiswa.
Kedua, penguatan ketahanan pangan melalui
pembentukan Satuan Tugas dengan pengelolaan
lahan awal 70 hektare dan target ekspansi hingga
5.000 hektare. Ketiga, program pengelolaan
lingkungan menuju target zero waste ke tempat
pembuangan akhir.
Rektor Unand, Efa Yonnedi menegaskan
bahwa kolaborasi ini merupakan langkah
strategis dalam memperkuat kontribusi
perguruan tinggi terhadap pembangunan
ekonomi daerah.
“Melalui program ini, kita tidak hanya
mendukung penguatan kapasitas UMKM, tetapi
juga memberikan pengalaman praktis bagi
mahasiswa agar lebih siap menghadapi dunia kerja
maupun menjadi wirausaha,” katanya






