Selain itu, SMK Genus Sumbar juga telah mengembangkan Teaching Factory (Tefa) berupa apotek dan klinik yang dapat dimanfaatkan siswa sebagai sarana praktik sekaligus sumber pendapatan. Fasilitas tersebut juga membuka peluang kerja bagi lulusan yang tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Habibul Fuadi, mengapresiasi pelaksanaan pelantikan dan angkat sumpah tersebut. Menurutnya, kegiatan ini turut memperkuat sumber daya manusia (SDM) di Sumatera Barat.
“Kami mendorong para orang tua untuk menyekolahkan anaknya di SMK karena siswa tidak hanya memperoleh ijazah, tetapi juga sertifikat keahlian yang siap kerja serta bekal untuk melanjutkan pendidikan sesuai bakat dan minat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah membuka peluang dukungan bagi sekolah, baik dalam bentuk sarana dan prasarana, penguatan SDM, maupun pengembangan kapasitas, tanpa membedakan antara sekolah negeri dan swasta.
Ketua Yayasan Binus, Defi Endri, juga mengingatkan bahwa pelantikan dan sumpah profesi bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tantangan di dunia kerja.
“Kami menekankan kepada lulusan agar tidak cepat berpuas diri. Terus kembangkan potensi dan asah keterampilan yang dimiliki,” pesannya.
Saat ini, Yayasan Binus menaungi empat sekolah, yakni SMK Kesehatan Genus Bukittinggi, SMK Kesehatan Genus Sumbar, SMK Kesehatan Genus Riau, dan SMA Praja Nusantara Sumbar.






