“Untuk Prodi Teknologi Rekayasa Internet, pada penerimaan tahun ini dibuka dua kelas melalui seleksi mandiri,” katanya.
Pada kesempatan itu, Direktur PNP Revalin Herdianto mengatakan PNP terus menjadi tujuan favorit calon mahasiswa. Hal itu terlihat dari tingginya animo masyarakat terlihat dari jumlah peminat yang mencapai sekitar 3.300 orang melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) lebih dari 18.600 orang pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), serta 2.010 peserta yang mengikuti Seleksi Mandiri Konsorsium Politeknik Negeri. Jumlah itu bisa bertambah karena masih ada beberapa jalur seleksi yang belum selesai, termasuk jalur portofolio dan program studi di luar kampus utama.
Pada seleksi mandiri tahun ini, sebanyak 2.010 peserta memperebutkan 756 kursi yang tersedia. Namun, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena proses daftar ulang peserta yang lulus jalur SNBT masih berlangsung.
Menurut Revalin, PNP menyediakan lebih dari 1.100 kursi melalui jalur SNBT yang diperebutkan lebih dari 18 ribu peserta. Jika terdapat calon mahasiswa yang dinyatakan lulus namun tidak melakukan registrasi ulang, kuotanya akan dialihkan ke jalur mandiri sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kemungkinan akan ada perubahan daya tampung. Kuota yang tidak terisi pada jalur sebelumnya dapat dialihkan ke jalur berikutnya,” katanya.
Ia menjelaskan, porsi penerimaan mahasiswa melalui jalur mandiri yang semula dirancang sekitar 30 persen dari total kuota kemungkinan akan meningkat menjadi lebih dari 40 persen setelah proses redistribusi kuota selesai dilakukan.
Revalin menambahkan, hasil Seleksi Mandiri Konsorsium Politeknik Negeri akan diumumkan pada 14 Juni 2026 sesuai jadwal yang telah ditetapkan Forum Direktur Politeknik Negeri se-Indonesia.






