Kisah Nabi Musa mengajarkan bahwa dominasi yang tidak adil, termasuk di ruang digital, dapat dilawan melalui pembangunan kesadaran kritis, keberanian menyampaikan kebenaran, penguatan solidaritas sosial, integritas moral, kesabaran dan kekuatan batiniah, serta keyakinan bahwa kezaliman tidak akan berlangsung selamanya.
Oleh karena itu, kemenangan Musa atas Fir’aun bukanlah semata-mata kemenangan seorang nabi atas seorang raja yang mengaku sebagai tuhan. Ia adalah kemenangan kebenaran atas propaganda, keadilan atas penindasan, serta kebebasan atas dominasi yang menuhankan kekuasaan. Wallahu a’lam. (*)
Oleh : Dr. H. Thobib Al-Asyhar, M.Si
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama/ Dosen Pascasarjana SPPB Universitas Indonesia






