“Ini merupakan bagian daripada pendidikan bagi santri. Ketika ada saudara kita yang terkena musibah, maka kepedulian itu harus diwujudkan dalam tindakan. Orang mukmin itu secara keseluruhan adalah bersaudara, sehingga santri juga perlu dilibatkan agar mereka belajar hadir dan membantu masyarakat yang sedang membutuhkan,” ujar Metra.
Melalui kegiatan tersebut, Pondok Pesantren Darul Tauhid tidak hanya menyalurkan bantuan material, tetapi juga mengajarkan nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat kepada para santri.
Aksi tersebut sekaligus menjadi ruang bagi santri, guru, dan alumni untuk hadir langsung di tengah masyarakat yang terdampak bencana, membantu proses pemulihan, serta memperkuat semangat kebersamaan dalam menghadapi musibah.






