“Bantuan ini dikumpulkan bersama-sama dari orang tua santri, guru, jemaah majelis taklim, dan masyarakat. Ini merupakan bentuk kebersamaan dan kepedulian. Sebelumnya, pesantren juga telah melakukan kegiatan serupa ketika terjadi musibah di Kabupaten Solok,” katanya.
Pimpinan Pondok Pesantren Darul Tauhid, KH Jursawal, memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan Aksi Peduli yang dilakukan para santri, guru, dan alumni tersebut.
Menurutnya, keterlibatan santri dalam kegiatan kemanusiaan tidak hanya ditujukan untuk membantu meringankan beban masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter di lingkungan pesantren.
“Semoga apa yang kita lakukan ini dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak galodo di Arosuka. Kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk pendidikan bagi santri agar memiliki kepedulian terhadap sesama dan lingkungan sekitar, sehingga nantinya mereka dapat menjadi manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya,” ujar KH Jursawal.
Sementara itu, Kepala Wustha Pondok Pesantren Darul Tauhid, Metra Yulianto, mengatakan keterlibatan santri dalam aksi sosial tersebut merupakan bagian dari pendidikan yang diterapkan di pesantren.
Ia menilai, kepedulian terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah merupakan bentuk pengamalan ilmu yang telah dipelajari para santri. Nilai tersebut, kata dia, perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan hanya disampaikan dalam pembelajaran.






