Pasaman Barat

Pulihkan Pertanian Pascabencana, Pemkab Pasbar Dampingi Kunker Mentan di Padang Pariaman

×

Pulihkan Pertanian Pascabencana, Pemkab Pasbar Dampingi Kunker Mentan di Padang Pariaman

Sebarkan artikel ini

Sebagai daerah terdampak, Pasaman Barat telah memperoleh alokasi program rehabilitasi dan optimalisasi lahan (oplah) melalui koordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat.

Berdasarkan data DTPH Pasaman Barat, program yang berjalan meliputi rehabilitasi sawah rusak ringan melalui optimasi lahan seluas 172 hektare yang telah memasuki tahap kontrak. Selain itu, rehabilitasi sawah rusak sedang seluas 48 hektare dan rehabilitasi tahap pertama sawah rusak berat seluas 50 hektare masih dalam tahap pengusulan.
Program lainnya adalah optimasi lahan sawah reguler dengan indeks pertanaman di bawah dua seluas 1.000 hektare yang tengah dalam penyusunan survey investigation design (SID) oleh konsultan dari Universitas Andalas.

Pemerintah juga mengusulkan pembangunan 10 unit dam parit untuk mendukung sistem pengairan yang saat ini dalam tahap penyusunan SID, serta bantuan benih padi untuk lahan terdampak seluas 262 hektare guna mempercepat pemulihan produksi.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Pertanian beserta jajaran, Wakil Gubernur Sumatera Barat, kepala daerah terdampak, Kepala BSIP Sumatera Barat, kepala dinas pertanian, penyuluh, kelompok tani, serta tokoh masyarakat.

Melalui sinergi pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, diharapkan infrastruktur pertanian di Pasaman Barat segera pulih sehingga produktivitas petani kembali normal dan mendukung target swasembada pangan nasional.