Olahraga

Pertama di Sumatera, Akademi Sepakbola Berbasis Pesantren Berdiri di Pariaman

×

Pertama di Sumatera, Akademi Sepakbola Berbasis Pesantren Berdiri di Pariaman

Sebarkan artikel ini

Menteri Desa PDT RI, Yandri Susanto, menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan tidak sekadar fisik, tetapi menyentuh aspek fundamental pembangunan manusia.

“Pembangunan masjid, pondok pesantren, dan akademi sepak bola ini adalah satu kesatuan yang sangat strategis. Ini bukan hanya membangun fisik, tetapi membangun manusia seutuhnya ada spiritualnya, ada pendidikannya, dan ada pengembangan bakatnya,” ujar Yandri.

Menurutnya, model seperti ini harus menjadi contoh. Desa tidak hanya bicara infrastruktur, tetapi juga bagaimana menyiapkan generasi muda yang beriman, berilmu, dan berprestasi. Ini investasi jangka panjang yang sangat penting bagi masa depan bangsa.

Baca Juga  Payakumbuh Tuan Rumah Kejurda Akuatik Sumbar 2026, Ajang Seleksi Menuju Nasional

“Saya melihat ini sebagai kolaborasi luar biasa. Ketika masjid, pesantren, dan olahraga disatukan, maka kita sedang membangun peradaban dari desa,” tegasnya.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap pembangunan akademi yang terintegrasi dengan masjid dan pesantren.

“Pembangunan ini sudah lama direncanakan dan sangat substansial. Masjid, pondok pesantren, dan akademi sepak bola adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Ini sesuai dengan filosofi Minangkabau, di mana laki-laki Minang kembali ke masjid. Josal FC berhasil mengkolaborasikan ketiganya,” ujar Mahyeldi.

Baca Juga  Reaksi Pelatih Persija ke Wasit Usai Gol Dianulir dan Dua Pemainya Kena Kartu Merah Lawan Semen Padang FC

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyebut proyek ini sebagai yang pertama di Sumatera.