“Pertemuan ini bertujuan meningkatkan kepedulian dan komitmen seluruh unsur dalam pencegahan dan penurunan stunting, melakukan pemetaan sasaran berbasis data valid, serta mengevaluasi dan menajamkan intervensi serta dukungan lintas sektor,” ujarnya.
Harlina juga mengimbau seluruh pihak, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), camat, wali nagari hingga jorong, untuk aktif menggerakkan kepedulian sosial masyarakat. Melalui program GENTING, seluruh elemen diharapkan dapat berperan sebagai orang tua asuh dengan menyisihkan sebagian rezeki guna membantu keluarga berisiko stunting.
“Ke depan, seluruh pemangku kepentingan diharapkan lebih serius dalam intervensi penurunan dan pencegahan stunting. Camat diharapkan mampu menggerakkan wilayahnya dengan melibatkan organisasi dan komunitas yang peduli terhadap permasalahan ini,” katanya.
Sementara itu, Armen melaporkan pertemuan GENTING ini merupakan kegiatan pertama pada 2026. Sebelumnya, pada 2025 telah dilaksanakan rapat koordinasi percepatan penurunan stunting yang melibatkan OPD, camat, hingga wali nagari.
Ia menyebutkan angka stunting di Pasaman Barat menunjukkan tren penurunan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, dari 35 persen pada 2022 menjadi 29,5 persen pada 2023, dan turun menjadi 13,12 persen pada 2025.
“Dengan capaian tersebut, pertemuan GENTING 2026 difokuskan pada upaya pencegahan. Sasaran tahun ini sebanyak 668 keluarga berisiko stunting di 11 kecamatan, dengan angka tertinggi di Kecamatan Pasaman,” ungkapnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan paparan dari Astra serta sesi diskusi dan tanya jawab untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting di Pasaman Barat.






