Payakumbuh

Payakumbuh jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar dalam Program “Ekraf Peduli”, Produk Sulam dan Anyam Dibidik Tembus Pasar Global

×

Payakumbuh jadi Satu-satunya Daerah di Sumbar dalam Program “Ekraf Peduli”, Produk Sulam dan Anyam Dibidik Tembus Pasar Global

Sebarkan artikel ini

“Tradisi tetap kita jaga, tetapi cara kita mengemas dan memasarkannya harus terus berkembang mengikuti zaman,” pungkasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain Kemenekraf/Bekraf Yuke Sri Rahayu mengatakan program tersebut diarahkan untuk membantu pelaku kriya mengembangkan produk yang tidak hanya mempertahankan nilai tradisi, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan pasar.

“Kerajinan tradisional tidak hanya cukup mengandalkan warisan budaya, tetapi harus memiliki inovasi, keunikan, dan daya saing pasar digital agar mampu pulih bersama dan bangkit berdaya,” kata Yuke.

Menurut dia, pendampingan tidak hanya mencakup peningkatan keterampilan teknis, tetapi juga membantu perajin menghadapi berbagai persoalan pengembangan usaha, mulai dari pembiayaan, pemasaran, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), hingga kebutuhan informasi dan riset pasar.

Baca Juga  Kado HUT ke-81 RI, Payakumbuh Raih Dua Penghargaan Inovasi Teknologi Tepat Guna

Program tersebut menggunakan pendekatan berbasis pasar dengan mendorong perajin memadukan kekayaan tradisi dengan kebutuhan konsumen masa kini. Materi yang diberikan antara lain design thinking, revitalisasi material, penciptaan keunikan produk, hingga penyusunan narasi produk untuk meningkatkan nilai jual.

“Target kami bukan hanya menghasilkan produk baru, tetapi membangun proses akselerasi yang berkelanjutan, dari local champion to national, kemudian dari national to global melalui proses kurasi,” ujarnya.

Rangkaian program berlangsung dalam beberapa tahapan. Pelatihan tatap muka dilaksanakan pada 26–27 Agustus 2026, kemudian peserta mengembangkan prototipe produk secara mandiri dengan menerapkan materi yang diperoleh selama pendampingan.

Baca Juga  Pemko Payakumbuh Salurkan Bantuan Atensi, Perkuat Jaring Pengaman Sosial

Kemenekraf/Bekraf selanjutnya menjadwalkan evaluasi dan kurasi prototipe pada 11 September 2026 untuk menilai kelayakan serta potensi pasar produk sebelum dikembangkan lebih lanjut.

Pendampingan subsektor sulam melibatkan Rumpun Consulting, sedangkan subsektor anyam mendapat pendampingan dari Balai Besar Kerajinan dan Batik.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Dekranasda Kota Payakumbuh Ny. Eni Zulmaeta, Asisten I Setdako Payakumbuh Nofriwandi, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Yunida Fatwa, Kepala Dinas Koperasi dan UKM M. Faizal, perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, serta para peserta. (*)