“Konsep kita adalah sinergi dan kolaborasi untuk investasi. Kita ingin Padang menjadi kota yang terbuka bagi dunia, sehingga potensi yang kita miliki bisa dikembangkan dan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Maigus menyebut sejumlah potensi daerah terus disiapkan untuk mendukung masuknya investasi. Upaya tersebut antara lain melalui pengembangan kawasan wisata, revitalisasi pasar dan UMKM, hingga optimalisasi potensi kawasan Teluk Bayur.
Digitalisasi pelayanan juga terus didorong untuk mempercepat dan mempermudah akses masyarakat maupun pelaku usaha terhadap layanan pemerintah.
“Kata Pak Wali, yang juara itu cuma satu yaitu nomor satu. Mudah-mudahan Padang mendapat hadiah menjadi kota terbaik di Indonesia dari segi pelayanan dan fasilitasi terhadap investasi,” ucap Maigus.
Dievaluasi dari Implementasi Pelayanan
Sementara itu, Eduardo Edwin Ramda mengatakan uji petik merupakan bagian dari rangkaian penilaian setelah Kota Padang melalui tahapan penilaian mandiri, verifikasi dan validasi lapangan, hingga ditetapkan sebagai nomine.
“Setelah uji pemaparan pekan lalu, hari ini kita lanjutkan dengan uji petik. Harapannya, kegiatan ini dapat menggambarkan implementasi dan percepatan pelayanan perizinan berusaha di daerah,” kata Eduardo.
Ia menjelaskan, dari sekitar 500 lebih kabupaten/kota di Indonesia, Padang berhasil masuk enam besar setelah memperoleh hasil sangat baik dalam rangkaian penilaian.






