“Ini perdana kita melaksanakan kegiatan seperti ini sejak berdirinya MTsN 2 Kota Payakumbuh. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kita mewujudkan madrasah yang maju, bermutu dan mendunia,” katanya.
Menurut dia, kegiatan olahraga tersebut juga sejalan dengan upaya membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan madrasah, termasuk mendukung program pemerintah dalam pencegahan dan penanganan stunting.
“Dengan menjaga kebugaran dan kesehatan anak-anak, kita ingin membentuk tumbuh kembang mereka menjadi generasi yang madani dan Qur’ani,” ujarnya.
Yarisman mengatakan kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana memperkenalkan MTsN 2 kepada masyarakat. Ia menyebut madrasah itu mulai memperoleh kepercayaan lebih besar dalam penerimaan peserta didik baru.
“Sekarang kita sudah mulai bisa menjaring murid baru dan MTsN 2 sudah menjadi pilihan. Ini tentu menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas madrasah,” katanya.
Ia menyebut MTsN 2 memiliki modal pengembangan yang cukup kuat, salah satunya lokasi strategis di tepi jalan nasional dengan luas lahan sekitar dua hektare.
“Secara geografis, lokasi kita sangat strategis. Kita berada di pinggir jalan nasional dengan lahan sekitar dua hektare. Potensi ini akan terus kita kembangkan untuk mendukung kemajuan madrasah,” ujarnya.
Yarisman menargetkan MTsN 2 Kota Payakumbuh berkembang menjadi madrasah model melalui peningkatan kualitas layanan pendidikan dan penguatan kepercayaan masyarakat.
“Kita berharap ke depan MTsN 2 Kota Payakumbuh bisa menjadi madrasah model di Kota Payakumbuh. Karena itu, kita akan terus berbenah, meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan dan membangun kepercayaan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan, MTsN 2 mulai mendapat kepercayaan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan tingkat daerah dan provinsi. Salah satunya menjadi tuan rumah rapat koordinasi kepala MTs se-Sumatera Barat yang dijadwalkan pada 10–11 September 2026.






