“Jangan biarkan meja makan menjadi sunyi karena semua sibuk menatap layar telepon genggam. Letakkan gawai ketika berada di rumah, peluk anak-anak, ajak mereka berdialog, dengarkan cerita mereka, dan dampingi mereka menghadapi perkembangan zaman,” ujarnya.
Lebih lanjut, Doddy menilai lemahnya pengasuhan keluarga berpotensi memicu berbagai persoalan sosial, seperti perundungan, tawuran pelajar, pergaulan bebas, hingga penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, banyak persoalan tersebut berawal dari kurangnya perhatian, kasih sayang, dan komunikasi dalam keluarga.
“Jangan menunggu anak menjadi korban ataupun pelaku. Benteng pertahanan terbaik adalah keluarga yang kuat. Jadikan rumah sebagai tempat yang paling aman dan paling dirindukan oleh anak-anak kita,” katanya.
Mengakhiri amanatnya, Doddy mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. Menurutnya, pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi tidak akan bermakna tanpa didukung sumber daya manusia yang sehat, cerdas, berkarakter, dan tangguh.
“Mari kita satukan tekad membangun keluarga yang berkualitas, melahirkan sumber daya manusia unggul, serta mewujudkan bangsa Indonesia yang kuat dan mampu memenangkan persaingan global. Selamat Hari Keluarga Nasional ke-33 Tahun 2026. Dari keluarga berkualitas akan lahir Indonesia yang kuat, SDM unggul, dan bangsa pemenang,” tutupnya.






