PADANG, HANTARAN.CO — Di tengah pemadaman listrik massal (blackout) Jumat (21/5/2026) yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera, ruangan Intensive Care Unit (ICU) RSUP Dr. M. Djamil Padang dilaporkan mengalami padam listrik selama sekitar tiga jam.
Kondisi tersebut memicu kepanikan keluarga pasien, mengingat ICU merupakan ruang dengan fasilitas alat penunjang medis bagi pasien dalam kondisi kritis.
Informasi yang dihimpun Hantaran.co, pemadaman terjadi di ruang ICU Tulip 2 dan Tulip 3. Seorang keluarga pasien yang enggan disebutkan namanya mengaku heran karena pemadaman hanya terjadi di ruangan ICU, sementara aliran listrik di area lain rumah sakit tetap menyala normal, termasuk di area parkiran.
“Yang membuat kami bingung, listrik di bagian lain rumah sakit hidup semua, bahkan parkiran terang. Tapi di ICU justru padam sampai sekitar tiga jam. Padahal di sana ada pasien yang sangat bergantung pada alat-alat medis,” ujarnya kepada Hantaran.co, Sabtu (23/5/2026).
Menurutnya, selama pemadaman berlangsung, sejumlah pasien sempat dipindahkan ke ruangan lain yang memiliki aliran listrik normal agar alat bantu medis tetap dapat difungsikan. Situasi tersebut disebut menimbulkan kekhawatiran bagi keluarga pasien yang berada di ICU.
“Kami tentu panik karena pasien di ICU kan kondisinya kritis. Beberapa pasien dipindahkan ke ruangan lain supaya alatnya tetap bisa digunakan. Tiga jam itu bukan waktu yang sebentar untuk pasien ICU,” katanya.
Ia juga mempertanyakan sistem cadangan listrik rumah sakit yang seharusnya dapat langsung berfungsi ketika terjadi gangguan listrik, terutama pada ruangan vital seperti ICU.
“Setahu kami rumah sakit pasti punya genset untuk kondisi darurat. Jadi kami heran kenapa justru ICU yang mengalami padam cukup lama,” tambahnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak RSUP Dr. M. Djamil Padang belum memberikan keterangan resmi terkait insiden tersebut. Hantaran.co telah mencoba menghubungi Direktur Utama RSUP Dr. M. Djamil melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp, namun belum mendapat tanggapan.






