PADANG, HANTARAN.CO — Maskapai Garuda Indonesia memastikan kesiapan layanan penerbangan haji tahun 2026 dengan menghadirkan menu khas Nusantara yang sehat dan ramah bagi jamaah, termasuk pilihan khusus bagi lansia. Layanan ini menjadi salah satu upaya meningkatkan kenyamanan ibadah jamaah sejak keberangkatan hingga pemulangan.
General Manager Garuda Indonesia Cabang Padang, Boydike Kusudiarso, mengatakan bahwa menu yang disiapkan difokuskan pada makanan lokal yang mudah dikonsumsi dan bernutrisi.
“Menunya adalah menu lokal Nusantara yang diharapkan sehat untuk para jamaah. Saat keberangkatan, kami memilih makanan yang mudah dikonsumsi seperti ayam dan ikan, sehingga jamaah tetap nyaman dan bisa menjalankan ibadah haji dengan tenang hingga nanti pemulangan,” ujarnya, Jumat (17/04/26).
Baca juga : Fadly Amran Ajak Warga Kota Padang Bersyukur
Ia menambahkan, pada fase pemulangan, pihaknya juga menyiapkan menu khas Indonesia untuk mengobati kerinduan jamaah terhadap masakan tanah air.
“Pada fase kedua saat pemulangan, kami menyediakan menu Nusantara seperti rendang, sehingga kerinduan terhadap masakan Indonesia bisa terobati saat perjalanan pulang,” katanya.
Selain itu, Garuda Indonesia juga menyiapkan menu khusus bagi jamaah lanjut usia. Menu ini dirancang lebih ringan agar mudah dicerna.
“Untuk lansia, kami punya menu pilihan. Jika sulit mencerna makanan berat, tersedia alternatif seperti bubur agar tetap aman dan nyaman dikonsumsi,” ujarnya.
Garuda Siapkan Menu Nusantara
Secara operasional, keberangkatan jamaah haji dari Sumatera Barat dijadwalkan mulai 24 April hingga pertengahan Juni 2026. Garuda Indonesia akan memberangkatkan sebanyak 5.402 jamaah dengan 14 kali penerbangan menggunakan pesawat berkapasitas 393 kursi, serta dilengkapi ambulift untuk jamaah berkebutuhan khusus.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Sumatera Barat, Rifki, memastikan seluruh persiapan teknis telah dilakukan untuk mendukung kelancaran keberangkatan.
“Jamaah akan mulai masuk asrama pada 23 April dan keesokan harinya langsung diberangkatkan ke Madinah. Seluruh layanan seperti pembagian paspor, kartu Nusuk, biaya hidup, hingga pemeriksaan kesehatan dipusatkan dalam satu lokasi untuk memudahkan jamaah,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa kondisi geopolitik di Timur Tengah tidak mempengaruhi penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, penyelenggaraan haji tetap berjalan sesuai jadwal. Situasi keamanan tidak berdampak karena penerbangan dari Indonesia langsung menuju Jeddah,” katanya.
Rifki menyebutkan, pihak asrama haji telah melakukan berbagai persiapan, mulai dari peningkatan sanitasi, penyemprotan anti-nyamuk, hingga penambahan pasokan air untuk memastikan kenyamanan jamaah.
Adapun jamaah tertua tahun ini berusia 90 tahun, sementara lansia termuda berusia 82 tahun, dan jamaah termuda berusia 18 tahun. Meski terdapat sejumlah jamaah yang batal berangkat karena wafat, kuota tersebut telah diisi melalui mekanisme penggantian.
Dengan berbagai persiapan tersebut, seluruh pihak berharap operasional haji tahun ini berjalan lancar tanpa hambatan berarti.






