PADANG, HANTARAN.CO— Bank Mandiri Area Padang telah menyalurkan kredit ritel sebesar Rp978 miliar serta merangkul lebih dari 540 ribu pengguna aktif aplikasi Livin’ by Mandiri di Sumatera Barat hingga Semester 1/2026.
Penyaluran kredit ritel sebesar Rp978 miliar tersebut menjadi bukti nyata peran aktif Bank Mandiri dalam memacu roda perekonomian masyarakat dan UMKM di daerah.
Pencapaian positif pada sektor pembiayaan dan akselerasi digitalisasi ini disampaikan Area Head Bank Mandiri Area Padang, Feri Cahyono kepada Haluan di Padang, Rabu (19/8).
Feri mengatakan pada sisi pembiayaan, penyaluran kredit ritel Bank Mandiri di Sumatera Barat berhasil tumbuh sebesar 5,29% secara year to date (ytd) dan 4,76% secara year on year (yoy).
Sementara itu, pertumbuhan yang sangat pesat terjadi pada penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencatatkan lonjakan signifikan sebesar 30,6% (ytd) dan tumbuh hingga 40,6% (yoy).
Dari segi profitabilitas, pencapaian laba Bank Mandiri di Sumatera Barat pada periode Juni 2026 relatif stabil, meski mengalami sedikit penyesuaian atau penurunan tipis sebesar 0,6% secara year on year (yoy).
Feri Cahyono menjelaskan bahwa segmen ritel menjadi motor utama penggerak pertumbuhan di sisi penyaluran kredit. Di sisi lain, segmen wholesale bertindak sebagai pendorong utama lonjakan penghimpunan DPK di wilayah Sumatera Barat tahun ini.
“Kualitas kredit retail terjaga dengan baik, terbukti dengan NPL turun 7,01% secara year to date dan turun 13,78% secara year on year. Prosentase NPL kredit retail terjaga di 2.04%,” ungkap Feri Cahyono.
Guna meningkatkan DPK, Bank Mandiri tidak sekadar mengejar volume saldo, melainkan memperbesar porsi dana murah (CASA) berupa tabungan dan giro. Strategi ini dijalankan dengan menjadikan aktivitas transaksi harian nasabah sebagai sumber dana yang berkelanjutan (sustain).
Langkah konkrit strategi DPK tersebut ditempuh melalui akuisisi tabungan lewat aplikasi Livin’ by Mandiri, penerapan cross-selling beragam produk kepada satu nasabah, serta optimalisasi penyerapan giro melalui penetrasi ke dalam ekosistem bisnis.
Selain itu, platform Kopra by Mandiri dioptimalkan sebagai engine utama layanan internet banking untuk rekening bisnis dan giro. Bank Mandiri secara konsisten menggarap ekosistem serta memanfaatkan transaksi harian sebagai pintu masuk akuisisi nasabah DPK maupun kredit.
Untuk menggaet nasabah baru, produk Tabungan NOW menjadi andalan utama melalui kemudahan proses digital onboarding. Layanan ini menawarkan pembukaan rekening secara daring yang mudah, murah, serta kaya akan fitur dan layanan harian.
Inisiatif tersebut didukung program insentif Member Get Member, yang memberikan imbalan berupa 500 Livin’ Points bagi setiap nasabah yang berhasil mengajak orang lain bergabung membuka Tabungan NOW.
Terkait transaksi digital, potensi pasar di Sumatera Barat dinilai masih sangat luas mengingat porsi penggunaan transaksi non-tunai di wilayah ini secara umum masih berada di bawah 3%. Kondisi tersebut dipandang sebagai peluang besar untuk menggenjot CASA, payroll, QRIS, Livin’ Merchant, serta transaksi korporasi.
” Melalui sosialisasi dan edukasi digitalisasi yang massif, penetrasi aplikasi mobile banking Livin’ by Mandiri di Sumatera Barat kini sukses menembus 540.100 pengguna aktif, ” ujarnya lagi.
Bank Mandiri juga terus mengemban konsep #BeyondSuperAPP pada aplikasi Livin’ melalui berbagai inovasi fitur terbaru di tahun 2026.
Inovasi tersebut meliputi fitur Livin’ Food untuk pemesanan makanan, Livin’ Auto untuk proses pembelian kendaraan secara end-to-end, Livin’ e-Deposito, hingga Livin’ Next-G bagi tabungan anak yang terintegrasi secara real-time dengan aplikasi orang tua.
Selain itu, hadir pula fitur investasi dan pembiayaan berbasis agunan seperti MTR Emas (Tabungan Rencana Emas), Livin’ KSM Emas (pinjaman tanpa agunan untuk pembiayaan emas fisik), serta fasilitas penarikan kredit pribadi beragunan Surat Berharga Negara (Livin’ KA-SBN) maupun deposito (Livin’ KA-Deposito).
Guna melindungi nasabah dari maraknya kejahatan siber, phishing, dan social engineering, Bank Mandiri menerapkan sistem perlindungan berlapis.
Langkah ini mencakup verifikasi perangkat, autentikasi biometrik (smart protection), pemantauan transaksi mencurigakan, proteksi token transaksi online, hingga edukasi anti-phishing secara agresif.
Di sisi pembiayaan sektoral, penyaluran kredit difokuskan pada tiga sektor penyusun Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) terbesar Sumatera Barat, yakni sektor pertanian & perkebunan, perdagangan, serta transportasi, yang diselaraskan dengan program-program pemerintah.
Prospek perekonomian Sumatera Barat hingga akhir tahun 2026 diproyeksikan tumbuh positif namun moderat di kisaran 3,79% hingga 4,59% (sesuai proyeksi Bank Indonesia).
“Sektor yang diprediksi tumbuh meliputi pariwisata, perhotelan, restoran, ekonomi kreatif, pertanian, perdagangan, UMKM, jasa keuangan digital, serta konstruksi,” jelasnya lagi.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) Bank Mandiri di Sumatera Barat difokuskan pada bantuan pembangunan dan perbaikan rumah ibadah, fasilitas pendidikan, kebersihan, lingkungan hidup, sarana kesehatan, serta bantuan tanggap darurat.
“Bank Mandiri berkomitmen mendorong kredit yang berkualitas, memperkuat posisi di ekosistem ekonomi lokal, meningkatkan loyalitas dan transaksi nasabah, memperluas digitalisasi, mendampingi UMKM naik kelas, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah Sumatera Barat,” tutupnya. (h/ita)












