Padang, HANTARAN.Co — Di tengah semarak peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026, SMP Negeri 30 Padang kembali mencatatkan capaian gemilang. Penghargaan sebagai Kepala Laboratorium Terbaik tingkat SMP se-Kota Padang berhasil diraih oleh Sri Ofriani, S.Si., menegaskan peran strategis inovasi dalam memajukan kualitas pendidikan.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan terobosan Sri Ofriani dalam mengelola laboratorium IPA secara modern dan adaptif. Sosok pendidik berpengalaman ini telah mengabdikan diri di dunia pendidikan lebih dari sepuluh tahun, memulai karier di SMP Perti Padang sejak 2010 hingga 2024 sebelum melanjutkan pengabdiannya di SMPN 30 Padang.
Dengan mengusung motto “Tumbuh untuk menumbuhkan,” Sri Ofriani dikenal konsisten menghadirkan pembelajaran yang inovatif dan berpusat pada siswa. Salah satu terobosannya adalah pengembangan SIMALAB IPA (Sistem Informasi Manajemen Laboratorium IPA), sebuah sistem yang mentransformasi laboratorium konvensional menjadi smart lab yang efisien, aman, dan interaktif.
Baca juga : Zulmaeta Lepas Enam Calon Paskibraka ke Provinsi, Target Tembus Nasional
Melalui SIMALAB, pengelolaan laboratorium dilakukan secara digital dan terintegrasi, mulai dari inventarisasi alat dan bahan, penjadwalan praktikum, hingga penerapan standar keselamatan. Sistem ini juga memperkaya pengalaman belajar siswa melalui kombinasi praktikum langsung dan simulasi virtual.
Kepala SMP Negeri 30 Padang, Agusrial, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menilai penghargaan ini merupakan hasil kerja keras sekaligus bukti nyata inovasi yang terus berkembang di lingkungan sekolah.
SMPN 30 Padang Ukir Prestasi di Hardiknas 2026
“Prestasi ini menunjukkan bahwa laboratorium dapat menjadi pusat pembelajaran yang dinamis. Kami berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan fasilitas dan kompetensi guru agar pembelajaran semakin berkualitas dan relevan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan fungsi laboratorium tidak hanya sebatas ruang praktikum, melainkan juga sebagai wahana membangun pola pikir ilmiah, kreativitas, serta keterampilan abad ke-21. Ia berharap capaian ini mampu memotivasi seluruh warga sekolah untuk terus berinovasi.
Pemanfaatan laboratorium yang optimal terbukti meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran, memperdalam pemahaman konsep, serta mendorong literasi digital dan kemampuan berpikir kritis. Dengan pendekatan tersebut, proses belajar menjadi lebih aktif, kontekstual, dan berorientasi pada kebutuhan siswa.
Penghargaan ini sekaligus menegaskan komitmen SMPN 30 Padang dalam menghadirkan pendidikan yang adaptif dan berdaya saing, sejalan dengan tuntutan perkembangan zaman. (h/sil)






