Pendidikan

SMPN 17 Padang Perkuat Pendidikan Berbasis Karakter, Budaya, dan Lingkungan

×

SMPN 17 Padang Perkuat Pendidikan Berbasis Karakter, Budaya, dan Lingkungan

Sebarkan artikel ini

PADANG, HANTARAN.co– SMP Negeri 17 Padang terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi unggul melalui pengembangan pendidikan berbasis karakter, budaya lokal, dan kepedulian lingkungan. Hal ini sejalan dengan visi terbaru sekolah, yakni “Terwujudnya lulusan yang religius, cerdas, kreatif, kompetitif, berakar pada budaya lokal dan peduli lingkungan.”

Kepala SMP Negeri 17 Padang, Suryati, menyampaikan bahwa visi tersebut menjadi fondasi utama dalam membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan berbudaya.

“Kami ingin melahirkan generasi yang beriman dan bertakwa, cerdas secara intelektual dan emosional, kreatif, serta tetap berakar pada nilai-nilai budaya Minangkabau,” ujarnya.

Baca Juga  Audy Joinaldy Raih Gelar Doktor Model Logistik 4.0 Unggas Pertama di Indonesia

Untuk mewujudkan visi tersebut, sekolah menjalankan berbagai program unggulan yang terintegrasi. Di bidang religius, siswa dibiasakan mengikuti tadarus Al-Qur’an, sholat berjamaah, hingga pesantren kilat. Sementara itu, penguatan budaya lokal dilakukan melalui kegiatan seni seperti randai, silat Minang, hingga pembelajaran nilai adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.

Tak hanya itu, SMPN 17 Padang juga mendorong pengembangan kreativitas dan daya saing siswa melalui berbagai klub, seperti robotik, coding, desain digital, hingga karya ilmiah remaja. Di sisi lain, program peduli lingkungan diwujudkan melalui konsep sekolah Adiwiyata, bank sampah siswa, serta gerakan penghijauan.

Baca Juga  Kunjungi Sentra Rendang Payakumbuh, Rombongan Mahasiswa Undhari Kagum dengan Hal Ini

Dalam meningkatkan mutu pembelajaran, sekolah menerapkan metode pembelajaran aktif dan inovatif, seperti project based learning dan blended learning berbasis teknologi. Pengembangan kompetensi guru juga terus dilakukan melalui pelatihan dan workshop, serta didukung dengan pemanfaatan sarana prasarana seperti laboratorium, perpustakaan, dan ruang seni.

“Selain itu, kami juga menerapkan pembelajaran diferensiasi, program pengayaan dan remedial, serta evaluasi berbasis portofolio dan rapor karakter untuk memastikan setiap siswa berkembang secara optimal,” tambah Suryati.