Politik

Pertuni Pessel Soroti Pelayanan TPS, Pemilih Disabilitas Masih Terpinggirkan

×

Pertuni Pessel Soroti Pelayanan TPS, Pemilih Disabilitas Masih Terpinggirkan

Sebarkan artikel ini

PESISIR SELATAN, HANTARAN.co— Akses dan kenyamanan pemilih disabilitas dalam menggunakan hak suara masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi penyelenggara Pemilu di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel).

Sekretaris Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Pessel, Elza Rahmadya, secara tegas meminta adanya peningkatan pelayanan yang lebih ramah dan inklusif di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Hal itu disampaikannya saat menghadiri Rapat Dalam Kantor (RDK) yang digelar oleh Bawaslu Kabupaten Pesisir Selatan, Rabu (22/4/2026), dalam rangka fasilitasi penguatan pemahaman kepemiluan bagi kelompok disabilitas dan kelompok rentan lainnya.

Baca Juga  Politisi PAN : Carikan Jalan Keluar Yang Berkeadilan untuk Tenaga Honorer

“Masih banyak kami temukan petugas TPS yang belum bersikap ramah kepada kawan-kawan disabilitas saat pemungutan suara berlangsung,” ujar Elza.

Ia menilai, persoalan yang dihadapi bukan hanya soal keterbatasan fasilitas, tetapi juga menyangkut sikap dan pemahaman penyelenggara di lapangan. Mulai dari desain TPS yang belum ramah disabilitas hingga minimnya empati petugas, menjadi hambatan nyata bagi kelompok tersebut dalam menyalurkan hak pilih.

Elza juga menyoroti bahwa selama ini, isu rendahnya partisipasi pemilih disabilitas kerap hanya dipandang sebagai persoalan angka, tanpa disertai solusi konkret. Padahal, menurutnya, diperlukan pendekatan menyeluruh, mulai dari penyediaan fasilitas yang memadai hingga peningkatan kualitas pelayanan yang berorientasi pada kebutuhan pemilih disabilitas.

Baca Juga  Cawabup Pessel Nasta Oktavian Dinilai Tak Paham Tentang Hukum, Pengamat Bilang Begini

“Kami berharap kepada KPU Kabupaten Pesisir Selatan dan Bawaslu agar bisa menekankan kepada jajarannya untuk benar-benar meningkatkan pelayanan terhadap kelompok disabilitas,” tambahnya.