Ekonomi

Pertalite Diprediksi Naik Sampai Rp11.500 Per Liter, Konsumsi BBM Lebih Efisien

×

Pertalite Diprediksi Naik Sampai Rp11.500 Per Liter, Konsumsi BBM Lebih Efisien

Sebarkan artikel ini
pertalite

Jakarta,hantaran.co–Harga BBM subsidi Pertalite diprediksi naik menjadi Rp11.500 per liter. Harga Pertalite ini berpotensi naik sekira 10-15 persen dari harga saat ini Rp10 ribu per liter. Harga Pertalite naik untuk menjaga defisit APBN agar tidak jebol.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa menjelaskan, kenaikan harga BBM Pertalite ini seiring meningkatnya tekanan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akibat kenaikan harga minyak dunia imbas perang AS-Iran.

Baca Juga  Tahun Ini, Solsel Targetkan Produksi 117.785 Ton Padi

Baca Juga : Lebaran dan Tradisi Macet di Ranah Minang

Menurut Fabby, langkah tersebut diperlukan untuk menjaga agar beban kompensasi energi tidak semakin membengkak dan tetap berada dalam batas aman fiskal. 

“Saya hitung-hitung, agar kompensasi tidak terlalu besar dan masih dalam batas jangkauan APBN, agar tidak defisit, maka Pertalite itu mungkin harusnya naik 10-15 persen,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).

Dia menjelaskan, kenaikan harga minyak mentah global memberikan dampak signifikan terhadap beban negara. Setiap kenaikan 1 dolar AS di atas asumsi Indonesian Crude Price (ICP) dalam APBN dapat menambah beban fiskal sekitar Rp6,5 triliun hingga Rp6,8 triliun per tahun.

Baca Juga  Guspardi Kritik Lambatnya Pembangunan Tol Padang-Sicincin

Jika tren kenaikan harga minyak berlanjut, maka tambahan beban tersebut berpotensi memperbesar dan mempersempit ruang fiskal pemerintah. Dalam situasi ini, pemerintah dihadapkan pada pilihan sulit antara menambah utang atau menyesuaikan harga BBM.

“Kalau tidak disesuaikan, beban kompensasi ke Pertamina akan terus meningkat. Ini yang perlu dikendalikan,” kata Fabby.