PADANG, HANTARAN.Co – Setelah melalui serangkaian persiapan yang matang, proyek pemulihan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun memasuki fase krusial. Mulai Sabtu (25/7), tim PT Hutama Karya akan melaksanakan pekerjaan pembongkaran pada area accelerator sebagai bagian dari rangkaian perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana banjir di awal tahun.
Sebelum memasuki tahap pembongkaran, sejak 21 Juli 2026 tim Hutama Karya telah melakukan checklist dan verifikasi kesiapan seluruh material pekerjaan. Proses tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan material tersedia sehingga pekerjaan dapat berlangsung tanpa hambatan, sekaligus mengantisipasi potensi keterlambatan akibat kekurangan material maupun kendala yang tidak terduga di lapangan.
Baca juga : Hari Bakti TNI AU, Salurkan Ribuan Sembako ke Masyarakat
Seluruh proses pengecekan material dan item pekerjaan kini telah dinyatakan selesai. Dengan demikian, pekerjaan pembongkaran dapat dimulai sesuai jadwal pada 25 Juli 2026 sebagai bagian dari tahapan tanggap darurat yang telah direncanakan.
Hutama Karya Mulai Tahap Pembongkaran IPA
Perbaikan IPA Gunung Pangilun sendiri telah dimulai oleh Hutama Karya sejak beberapa bulan lalu sebagai respons atas kerusakan yang ditimbulkan bencana banjir. Namun, proses rehabilitasi instalasi berkapasitas produksi 500 liter per detik tersebut membutuhkan waktu yang tidak singkat mengingat besarnya dampak kerusakan yang terjadi. Sebagian besar komponen infrastruktur instalasi mengalami kerusakan sehingga memerlukan penanganan secara bertahap dan menyeluruh.
Pelaksanaan pekerjaan yang dimulai pada Sabtu (25/7) merupakan kelanjutan dari rangkaian kegiatan pemulihan yang telah berjalan sejak pascabencana. Tahapan ini diharapkan menjadi langkah penting untuk mempercepat proses rehabilitasi hingga instalasi dapat kembali beroperasi secara optimal.
Sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut, masyarakat, khususnya pelanggan yang berada di wilayah terdampak, diimbau untuk menampung air secukupnya sebagai persediaan selama proses pekerjaan berlangsung.
Dukungan dan pengertian dari seluruh pelanggan serta masyarakat diharapkan dapat membantu kelancaran proses perbaikan. Dengan demikian, seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai target sehingga pelayanan air minum kepada masyarakat dapat kembali andal, optimal, dan berkelanjutan. (*)






