Lima Puluh Kota, Hantaran.co — Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota menjadikan Dana Transfer ke Daerah (TKD) sebagai salah satu instrumen utama dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana. Melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, pemerintah mengalokasikan bantuan ternak senilai lebih dari Rp1 miliar bagi peternak dan keluarga miskin yang terdampak banjir, tanah longsor, maupun cuaca ekstrem.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Lima Puluh Kota, drh. Devi Kusmira, mengatakan meski hingga kini belum terdapat laporan kematian ternak besar akibat bencana, dampak yang dirasakan peternak tetap cukup signifikan. Kerusakan lahan hijauan pakan, kandang, hingga meningkatnya risiko penyakit ternak menjadi persoalan yang mengganggu produktivitas peternakan.
“Hingga saat ini memang tidak ada laporan kematian ternak besar akibat bencana. Namun dampak yang dirasakan peternak cukup besar, mulai dari rusaknya lahan hijauan pakan, kerusakan kandang, hingga meningkatnya risiko penyakit ternak akibat kondisi lingkungan yang lembab dan kotor,” ujar Devi saat diwawancarai, Selasa (14/7/2026).
Ia menjelaskan, berkurangnya ketersediaan hijauan pakan berkualitas menyebabkan kondisi kesehatan ternak menurun. Bahkan, kekurangan nutrisi juga berdampak terhadap reproduksi ternak sehingga berimbas pada menurunnya pendapatan peternak.
Daerah yang menjadi prioritas penanganan meliputi Kecamatan Suliki, Bukik Barisan, Gunuang Omeh, Guguak, Akabiluru, Situjuah Limo Nagari, Lareh Sago Halaban, Mungka, Pangkalan Koto Baru, hingga Kapur IX yang merupakan wilayah rawan dan terdampak bencana.






