PASAMAN, HANTARAN.Co – Pencarian Haikal bocah (3,5 tahun) yang diduga hanyut di sungai di Jorong 7 Saroha, Nagari Koto Tapan, Kecamatan Rao Utara, Kabupaten Pasaman, masih belum membuahkan hasil. Setelah lima hari pencarian intensif yang melibatkan puluhan personel gabungan, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Padang resmi menutup Operasi SAR tersebut.
Keputusan tersebut diambil pada Kamis (9/7/2026) setelah tim gabungan menyelesaikan pencarian hari kelima sesuai rencana operasi (Renops) H5.
Baca juga : Satpol PP Padang Tertibkan Kafe Langgar Jam Operasional dan Amankan Belasan Muda-Mudi
Hasil evaluasi bersama keluarga korban, pemerintah nagari, serta unsur yang terlibat dalam pencarian menyepakati penghentian operasi, dengan tetap membuka kemungkinan pencarian kembali apabila ditemukan petunjuk baru terkait keberadaan korban.
Koordinator Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi mengatakan tim telah mengerahkan seluruh kemampuan untuk mencari korban sejak laporan diterima. Pencarian dilakukan melalui penyisiran jalur darat, pemantauan di sepanjang aliran sungai yang diduga menjadi lokasi korban hanyut, hingga penggunaan drone thermal untuk membantu mendeteksi keberadaan korban dari udara.
“Selama lima hari operasi, tim gabungan telah melakukan pencarian secara maksimal, baik melalui penyisiran darat, pemantauan di sepanjang aliran sungai, maupun dengan memanfaatkan drone thermal.
Lima Hari Pencarian Haikal
Namun hingga hari kelima, korban belum juga ditemukan sehingga berdasarkan kesepakatan bersama keluarga dan pemerintah daerah, operasi SAR diusulkan untuk ditutup,” ujarnya.
Pada hari kelima, tim SAR membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir area pencarian sepanjang sekitar tiga kilometer. Berbagai peralatan dikerahkan, mulai dari kendaraan rescue, ambulans, perahu karet bermesin (LCR), drone thermal, perlengkapan SAR air, peralatan medis, komunikasi hingga perlengkapan mountaineering.
Operasi SAR melibatkan 57 personel gabungan yang terdiri dari sembilan personel Pos SAR Pasaman, enam personel BPBD Pasaman, anggota Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta sekitar 40 warga dan perangkat nagari. Selama operasi berlangsung, tim juga menghadapi kendala minimnya jaringan telekomunikasi di lokasi pencarian.
Ia menegaskan, penghentian operasi bukan berarti upaya pencarian benar-benar berakhir. Basarnas bersama unsur terkait tetap akan melakukan pemantauan terhadap lokasi kejadian dan siap membuka kembali operasi apabila muncul informasi atau tanda-tanda yang mengarah pada keberadaan korban.
“Pencarian sudah tidak efektif lagi dan dilanjutkan dengan pemantauan. Apabila di kemudian hari ada tanda-tanda keberadaan korban, operasi SAR akan dibuka kembali,” ujarnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, Haikal dilaporkan hilang sejak Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu balita tersebut bermain di sekitar area persawahan dekat rumahnya ketika kedua orang tuanya sedang memasak dan mencuci piring. Setelah orang tuanya selesai beraktivitas, Haikal sudah tidak lagi berada di lokasi bermain.
Keluarga bersama warga sempat melakukan pencarian di sekitar rumah dan area persawahan. Namun karena tidak membuahkan hasil, perhatian kemudian tertuju ke sungai yang berada tidak jauh dari lokasi bermain korban.
Dugaan Haikal hanyut di sungai membuat pemerintah nagari meminta bantuan Basarnas untuk melakukan operasi pencarian. (h/dna)






