“Jadikan inovasi sebagai budaya kerja dan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik serta tata kelola pemerintahan yang baik,” ujarnya.
Peluncuran enam inovasi tersebut juga sejalan dengan visi Pemerintah Kota Payakumbuh, yakni “Payakumbuh Maju Bermartabat melalui Pemberdayaan, Pengembangan Kualitas Pendidikan, dan Sentra UMKM yang Kompetitif”. Digitalisasi layanan dinilai menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat kualitas pelayanan pemerintah sekaligus mendukung pembangunan daerah yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Pada kesempatan itu, enam peserta PKA memaparkan sekaligus meluncurkan aksi perubahan yang akan diterapkan di perangkat daerah masing-masing.
Kepala Bidang Pengadaan, Mutasi, dan Pemberhentian BKPSDM Kota Payakumbuh Reny Eka Putri memperkenalkan Sistem Informasi Dashboard Inovasi Data Manajemen ASN (SIDIK ASN) yang menyajikan data aparatur sipil negara secara real time, terintegrasi, dan mudah diakses guna mendukung pengambilan kebijakan kepegawaian yang lebih cepat dan tepat.
Sementara itu, Kepala Bidang Anggaran Badan Keuangan Daerah Aidil Fitri meluncurkan Sistem Informasi Pengajuan Standar Belanja (SI-JUARA) yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas, akurasi, dan transparansi proses pengajuan standar belanja melalui sistem digital yang terintegrasi.
Dari Dinas Lingkungan Hidup, Sekretaris Dinas Yulia Fithry menghadirkan inovasi Bersih, Humanis, Unggul, Modern, Integratif (BHUMI) berupa portal layanan terpadu yang mengintegrasikan berbagai layanan lingkungan hidup dalam satu platform sehingga masyarakat dapat mengakses layanan secara lebih cepat, mudah, dan efisien.






