Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, dr. Yanti, memaparkan bahwa transformasi layanan primer adalah satu dari enam pilar transformasi kesehatan nasional. Di Payakumbuh, selain 171 Posyandu siklus hidup, sebanyak 47 Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Pos Kesehatan Kelurahan juga telah bertransformasi menjadi Unit Pelayanan Kesehatan Desa/Kelurahan (UPKDK).
“Pada era transformasi ini, Posyandu memberikan layanan komprehensif yang menjangkau ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita, anak prasekolah, usia sekolah, remaja, dewasa, sampai lansia,” jelas dr. Yanti.
Menyadari peran krusial kader sebagai penghubung masyarakat dan tenaga kesehatan, Pemko Payakumbuh juga terus berupaya meningkatkan kapasitas serta sarana-prasarana pendukung. Hal tersebut salah satunya diwujudkan melalui Lomba Kader dan Posyandu Bidang Kesehatan Berprestasi Tingkat Kota Payakumbuh 2026.
Keluar sebagai peringkat pertama pada ajang tersebut adalah Posyandu Tapak Dara (Kelurahan Koto Tuo Limo Kampung) dengan kader Afridawati dari Kecamatan Payakumbuh Selatan. Disusul Posyandu Delima 1 (Kelurahan Koto Baru Payobasung) bersama kader Putri Retno Intan di peringkat kedua, dan Posyandu Manggis 3 (Kelurahan Talang) bersama kader Rahmi Yulianty di peringkat ketiga.
Posyandu Tapak Dara selanjutnya berhak mewakili Kota Payakumbuh ke perlombaan tingkat Provinsi Sumatra Barat.
“Harapan kita, Posyandu yang berprestasi ini dapat menginspirasi Posyandu lainnya untuk berbuat lebih baik dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan,” pungkas Yanti.






