PADANG, HANTARAN.CO — Mantan penyerang muda Semen Padang FC, Ronaldo Kwateh sebut tim berjuluk Kabau Sirah bukan klub yang profesional.
Pernyataan tersebut diungkapkan sang pemain berumur 21 tahun itu dalam kolom komentar story Instagram akun resmi milik Ferdiansyah. Roanldo Kwateh menyebut “unprofesional club” di dalam komentar unggahan story Ferdiansyah beberapa yang lewat.
Atas pernyataan yang dilontarkan Ronaldo Kwateh, Manajer tim Semen Padang FC, Masykur Rauf menanggapi dengan santai. Sebab menurut Masykur komentar yang dilontarkan Ronaldo tidak berdasar sama sekali.
“Kalau kita dibilang tim yang tidak profesional, tidak mungkin kita bisa berkompetisi di Liga 1 Indonesia,” ujarnya, Rabu (4/4/2026).
Bahkan Masykur menyebut jika tim Semen Padang FC bukan klub profesional, tim tidak akan mampu mendatangkan sejumlah pemain di awal kompetisi dan pada bursa transfer paruh musim lalu.
“Kalau tim ini tidak profesional tidak mungkin juga kita mengambil pemain yang harganya lebih mahal daripada Ronaldo Kwateh,” ujarnya.
Masykur menjelaskan bahwa situasi yang terjadi merupakan bentuk kesalahan yang tidak mencerminkan keseluruhan manajemen klub. Namun manajemen tim sendiri tidak ingin memberikan penilaian secara subjektif terhadap pemain yang bersangkutan.
“Kalau kita mau fair, sebenarnya kontribusi selama kompetisi setahun ini dia bergabung bersama Semen Padang apa, kalau kita mau terang-terangan. Tapi kita tidak mau menjudge pemain tersebut,” ujarnya.
Katanya tuntutan yang disampaikan oleh Ronaldo Kwateh merupakan hak sebagai pemain. Ia menambahkan bahwa komunikasi antara pemain dan manajemen telah dilakukan saat proses pemutusan kontrak berlangsung.
“Yang dituntut itu adalah haknya, dan tentunya memang sudah ada pembicaraan dengan manajemen pada saat dia putus kontrak,” ujarnya.
Ronaldo Kwateh sendiri bergabung dengan Semen Padang FC pada awal musim 2025/2026 dengan status bebas transfer. Pada saat itu tim masih dinahkodai pelatih berpaspor Portugal, Eduardo Almeida.
Namun kehadirannya di Semen Padang FC tidak menonjol karena ia datang dalam keadaan cedera dan minim menit bermain. Hingga akhirnya manajemen memutuskan untuk melepas pemain pada bursa transfer paruh musim lalu.












