Olahraga

Pevoli Cantik Sabina Altynbekova Kesal Disebut Janda

×

Pevoli Cantik Sabina Altynbekova Kesal Disebut Janda

Sebarkan artikel ini
Sabina
Sabina Altynbekova/Sporcorner.id

Jakarta,hantaran.co– Nama Sabina Altynbekova kembali menjadi pusat pembicaraan, namun kali ini bukan karena pesona fisiknya yang menyerupai karakter anime. Bintang voli asal Kazakhstan ini tengah menunjukkan taringnya di luar lapangan.

Sabina melayangkan protes keras terhadap sejumlah media lokal di Kazakhstan, yang dianggapnya telah mengeksploitasi status personalnya melalui judul-judul clickbait yang menyudutkan. Atlet yang mulai meledak namanya sejak Kejuaraan Asia Junior di Taiwan ini merasa keberatan dengan penyematan label “Janda” atau “Cerai” dalam pemberitaan mengenai dirinya.

Baca Juga : Elkan Baggott Bakal Starter Kawab Saint Kitts and Nevis Meski Absen 2 Tahun

Baginya, penggunaan diksi tersebut merupakan upaya mempermalukan martabatnya sebagai perempuan dan profesional. Melalui media sosialnya, Sabina menegaskan bahwa status pernikahan bukanlah penentu nilai diri seorang manusia.

Sabina tidak main-main dalam menghadapi serangan privasi ini. Ia menuntut permintaan maaf resmi dan penghapusan materi yang dianggap merendahkan kehormatannya.

Baca Juga  Nevi Zuairina Dukung dan Hadir Turnamen Volly Empat Kabupaten di Sumbar

Jika tuntutan tersebut diabaikan, pevoli dengan tinggi 180 cm ini siap menempuh jalur hukum demi menjaga hak privasi yang dijamin oleh undang-undang Kazakhstan.

“Menarik melihat bagaimana satu kata coba dijadikan sebuah label. ‘Bercerai’. Bukan sebagai atlet, bukan sebagai wanita, bukan sebagai manusia. Perceraian hanyalah sebuah fase hidup,” tulis Sabina dengan nada tegas di media sosial pribadinya, dikutip Kamis (26/3/2026).

Sabina menambahkan bahwa perempuan di Kazakhstan memiliki hak untuk memilih jalan hidup mereka tanpa harus menghadapi tekanan, penghinaan, atau label sosial yang mendiskriminasi.

Sabina Lebih Cepat Tinggalkan Klub

Di tengah kemelut pemberitaan pribadinya, karier profesional Sabina di lapangan voli juga mengalami dinamika yang mengejutkan. Secara mendadak, pemain yang memperkuat klub Astana ini mengumumkan pengakhiran musim kompetisi 2026 lebih cepat dari jadwal seharusnya.

Baca Juga  Tiga Atlet Silat Sumbar Berlaga di Belgia

Keputusan ini memicu spekulasi luas di kalangan penggemar, mengingat kompetisi di Kazakhstan sebenarnya masih menyisakan waktu satu bulan lagi ketika Sabina memutuskan pergi.

Meski enggan membeberkan alasan spesifik di balik keputusan berhenti di tengah jalan tersebut, peraih gelar juara Liga Arab bersama Al Wasl ini memastikan bahwa ia belum akan pensiun dalam waktu dekat. Spekulasi mengenai pensiun dini langsung ditepisnya dengan janji akan segera kembali ke lapangan.

“Musim voli di Kazakhstan akan berakhir dalam sebulan. Saya memutuskan untuk menyelesaikannya lebih awal karena alasan tertentu. Apakah saya akan melanjutkan karier? Pastinya! Tunggu kabar selanjutnya,” ungkapnya.

Meski saat ini statusnya menjadi teka-teki pasca keluar dari klub, dirinya tetap menjadi sosok paling berpengaruh yang berhasil mengangkat popularitas bola voli putri negaranya ke level internasional.