“Bencana tidak mengenal waktu, maka respons kemanusiaan juga tidak boleh menunggu. Malam itu juga kami bergerak agar bantuan segera sampai ke tangan warga,” katanya.
Selain menyalurkan logistik, relawan juga melakukan asesmen kebutuhan di lokasi sebagai dasar penyaluran bantuan lanjutan. Tim turut berkoordinasi dengan BPBD, pemerintah daerah, serta unsur kebencanaan lainnya agar penanganan terhadap masyarakat terdampak berlangsung lebih efektif.
Banjir yang kembali melanda Kota Padang menjadi pengingat bahwa ancaman bencana hidrometeorologi masih menjadi tantangan serius di Sumatera Barat.
Karena itu, sinergi antara pemerintah, organisasi kemanusiaan, dan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan darurat sekaligus pemulihan pascabencana.
Di tengah derasnya arus dan dinginnya malam, para relawan memilih menerobos banjir demi memastikan bantuan tiba di tangan warga yang membutuhkan.
Langkah cepat Irman Gusman Center bersama MDMC Sumatera Barat menjadi gambaran bahwa kepedulian kemanusiaan tidak mengenal waktu, bahkan ketika kota masih diselimuti gelap dan hujan belum benar-benar reda. (*)











