Berita

Dimulai 21 Juli, Perumda Air Minum Kota Padang Bersama PT. Hutama Karya Lakukan Perbaikan Accelator IPA Gunung Pangilun

×

Dimulai 21 Juli, Perumda Air Minum Kota Padang Bersama PT. Hutama Karya Lakukan Perbaikan Accelator IPA Gunung Pangilun

Sebarkan artikel ini
Perumda
Dimulai 21 Juli, Perumda Air Minum Kota Padang Bersama PT. Hutama Karya Lakukan Perbaikan Accelator IPA Gunung Pangilun. ist

PADANG, HANTARAN.Co – Upaya pemulihan layanan air bersih pascabencana banjir bandang di Kota Padang memasuki tahap krusial. Mulai 21 Juli 2026, Perumda Air Minum Kota Padang akan melakukan perbaikan dua unit accelator di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun. Pekerjaan yang diperkirakan berlangsung hingga delapan pekan itu akan mengurangi kapasitas produksi air sehingga distribusi kepada pelanggan, khususnya di kawasan pusat kota, dipastikan mengalami gangguan sementara, Minggu (19/6/26).

Bangunan accelator atau water clarifier merupakan salah satu komponen vital dalam sistem pengolahan air minum. Unit ini mengintegrasikan tiga tahapan utama pengolahan air, yakni koagulasi, flokulasi, dan sedimentasi (pengendapan), sehingga air baku yang keruh dapat diolah menjadi air yang memenuhi standar kualitas untuk didistribusikan kepada masyarakat.

Namun, saat bencana banjir bandang melanda Kota Padang, bangunan accelator di IPA Gunung Pangilun turut mengalami kerusakan. Sejumlah komponen penting di dalam unit tersebut terdampak cukup serius sehingga memerlukan rehabilitasi menyeluruh agar proses pengolahan air dapat kembali berjalan optimal.

Baca juga : Perbaikan IPA Gunung Pangilun Dimulai 21 Juli, Perumda Air Minum Kota Padang Imbau Pelanggan Agar Menyiapkan Cadangan Air Secukupnya

Baca Juga  Rapat Paripurna Istimewa Memperingati HUT Pasbar Ke-22 Dihadiri Gubernur Sumbar dan tokoh penting tingkat Nasional dan Provinsi

Perbaikan akan dilakukan secara bergantian terhadap dua unit accelator. Selama satu unit menjalani rehabilitasi, proses produksi hanya mengandalkan satu unit lainnya. Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas produksi IPA Gunung Pangilun menurun, sehingga volume air yang dapat didistribusikan kepada pelanggan juga berkurang.

“Kerusakan yang terjadi tergolong cukup berat sehingga membutuhkan waktu pengerjaan yang tidak singkat. Estimasi perbaikan untuk setiap unit accelator sekitar empat minggu. Karena dilakukan secara bergantian, keseluruhan pekerjaan diperkirakan berlangsung selama kurang lebih delapan minggu,” demikian disampaikan Perumda Air Minum Kota Padang.

Dimulai 21 Juli, Perumda Air Minum Kota Padang Bersama PT. Hutama Karya

Selama masa rehabilitasi, pelanggan di sejumlah wilayah layanan, terutama kawasan pusat Kota Padang, diperkirakan akan mengalami gangguan pengaliran air, baik berupa penurunan tekanan, perubahan jadwal distribusi, maupun penghentian sementara di beberapa lokasi.

Perumda Air Minum Kota Padang mengimbau seluruh pelanggan agar mengantisipasi kondisi tersebut dengan menampung air bersih secukupnya dalam wadah yang tersedia sebagai cadangan kebutuhan sehari-hari. Pelanggan juga diminta menggunakan air secara bijaksana dan mengutamakan kebutuhan pokok selama masa pekerjaan berlangsung.

Baca Juga  Polda Sumbar Tetapkan Bupati Agam jadi Tersangka Ujaran Kebencian

Seluruh rangkaian pekerjaan darurat dan rehabilitasi pascabencana ditargetkan selesai pada Desember 2026. Mengingat proyek ini merupakan bagian dari pemulihan infrastruktur pascabencana, seluruh proses pembangunan dan rehabilitasi dilaksanakan sesuai standar teknis pemerintah untuk memastikan ketahanan jangka panjang fasilitas pengolahan air.

Perumda Air Minum Kota Padang menegaskan bahwa proyek tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mempercepat pemulihan layanan air bersih sebagai kebutuhan dasar masyarakat. Sinergi dengan berbagai pihak, termasuk pelaksana konstruksi dan pemangku kepentingan lainnya, menjadi faktor penting dalam mempercepat penyelesaian pekerjaan.

Dengan selesainya rehabilitasi IPA Gunung Pangilun, perusahaan berharap sistem pengolahan air dapat kembali beroperasi secara optimal, meningkatkan kualitas layanan, serta memberikan pasokan air bersih yang lebih andal dan berkelanjutan bagi masyarakat Kota Padang. Sementara itu, pelanggan diharapkan terus mendukung proses pemulihan dengan menyiapkan cadangan air dan menerapkan pola penggunaan air secara hemat hingga seluruh pekerjaan dinyatakan rampung. (*)