Bantuan yang disalurkan berupa susu tumbuh kembang, telur, kacang hijau, gula, dan minyak goreng. Bantuan tersebut diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi keluarga yang memiliki anak berisiko stunting.
Menurut Dewi, inovasi SERIBU ASA BEBAS STUNTING tidak hanya berfokus pada pemberian bantuan pangan, tetapi juga membangun kepedulian bersama agar masyarakat semakin memahami pentingnya pemenuhan gizi anak sejak dini.
“Program ini merupakan wujud kepedulian bersama dalam memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang cukup. Harapannya, upaya ini dapat mendukung lahirnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujarnya.
Ia mengatakan pendampingan kepada keluarga sasaran perlu dilakukan secara berkelanjutan agar bantuan yang diberikan memberikan dampak terhadap perubahan perilaku dan peningkatan kualitas kesehatan anak.
“Kami berharap kerja sama ini terus berjalan sehingga semakin banyak keluarga mendapatkan pendampingan dan anak-anak di Payakumbuh Selatan khususnya dapat tumbuh sehat, cerdas, serta terbebas dari stunting,” kata Dewi.
Sementara itu, Penyuluh Agama Islam KUA Payakumbuh Selatan Firdaus mengatakan edukasi keluarga menjadi bagian penting dalam mencegah stunting.
Menurut dia, pemenuhan kebutuhan gizi harus berjalan seiring dengan pola asuh yang baik, kebersihan lingkungan, serta perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak.






