Menurutnya, penguatan akses dan fasilitas publik yang setara merupakan bagian dari upaya Pemko Padang mewujudkan kota yang ramah bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.
Ia menegaskan, pembangunan kota inklusif tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
“Upaya mewujudkan kota inklusif bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional menjadi momentum untuk memastikan Teman Tuli memperoleh akses yang setara dalam komunikasi dan layanan publik,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Fadly juga mengapresiasi Yayasan Rumah Inklusi Padang yang selama ini aktif mendorong penguatan inklusi di Kota Padang.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada para pemerhati disabilitas, jajaran Polda Sumbar, DPRD Sumbar, BPJS Kesehatan, Balai Bahasa Sumbar, serta perangkat daerah terkait yang ikut mendukung peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026.
Sementara itu, Ketua Yayasan Rumah Inklusi Padang, Danil Kurniawan, mengatakan peringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional 2026 mengangkat tema “Mendeklarasikan Hak Asasi Manusia Bagi Teman Tuli”.






