Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Padang tengah menyiapkan berbagai langkah strategis untuk memperkuat kehidupan sosial masyarakat, di antaranya melalui Peraturan Daerah Nagari di Dalam Kota serta revisi Peraturan Daerah Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum).
“Insya Allah, lahirnya Peraturan Daerah Nagari di Dalam Kota menjadi langkah strategis kita untuk memperkuat sinergi pemerintah dengan niniak mamak dalam menjaga kehidupan sosial masyarakat. Selain itu, kami juga tengah menyiapkan revisi Perda Trantibum sebagai upaya menjawab berbagai persoalan sosial, seperti tawuran, pergaulan bebas, dan penyimpangan perilaku lainnya,” tegasnya.
Fadly juga menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Padang untuk memasukkan Parade Tauhid ke dalam rangkaian agenda Festival Surau.
“Semoga dapat menambah semarak Festival Surau sebagai bagian dari syiar Islam serta penguatan nilai-nilai ABS-SBK di Kota Padang,” imbuhnya.
Sementara itu, Anggota DPD RI Jelita Donal selaku inisiator kegiatan menyebut bahwa pelaksanaan long march dari Masjid Agung Nurul Iman menuju Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi menjadi simbol hijrah yang sarat makna.
Menurutnya, momentum 1 Muharram tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan tempat sebagaimana peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW, tetapi juga perubahan menuju kehidupan yang lebih baik sesuai tuntunan Alquran dan sunah.






