Berita

Masjid Ramah Pemudik Jadi Penyelamat di Tengah Lonjakan Pengunjung Kota Bukittinggi

×

Masjid Ramah Pemudik Jadi Penyelamat di Tengah Lonjakan Pengunjung Kota Bukittinggi

Sebarkan artikel ini

BUKITTINGGI, hantaran.co – Lonjakan arus mudik dalam beberapa hari terakhir membuat Kota Bukittinggi dipadati pengunjung dari berbagai daerah. Tingginya jumlah pemudik menyebabkan hotel dan penginapan penuh, memaksa ratusan orang mencari alternatif tempat beristirahat.

Di tengah kondisi tersebut, sejumlah masjid hadir sebagai solusi nyata. Rumah ibadah seperti Masjid Tabligiyah Garegeh, Masjid Muchlisin Manggih, Masjid Jami Birugo, Masjid Jamiak Surau Gadang, dan Masjid Nurul Wathan Gulai Bancah disulap menjadi tempat singgah sementara bagi para pemudik.

Tak sekadar untuk beribadah, masjid-masjid ini kini menjadi rumah kedua bagi para pelintas. Para pemudik dapat beristirahat, melepas lelah, bahkan menginap dengan aman dan nyaman, termasuk mandi setelah menempuh perjalanan panjang dari berbagai daerah seperti Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Utara, Palembang, Lampung, hingga Jakarta dan Jawa Tengah.

Baca Juga  Terbelah Oleh Legenda, Disatukan Pesona: Misteri Danau Kembar Alahan Panjang yang Menyihir Wisatawan

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Kemenag Bukittinggi, H. Zulfikar, S.Ag, turun langsung meninjau kondisi di lapangan dan memastikan pelayanan berjalan optimal. Dalam kunjungannya ke Masjid Muchlisin Manggih di Jalan Soekarno Hatta, yang merupakan salah satu dari lima masjid yang ditetapkan sebagai “Masjid Ramah Pemudik” di Bukittinggi.

“Alhamdulillah, masjid ramah pemudik di Kota Bukittinggi sangat bermanfaat. Para pemudik bisa beribadah, beristirahat, dan menginap dengan nyaman serta aman. Pelayanan yang diberikan juga sangat baik,” kata Zulfikar kepada Haluan, Jumat (27/3/2026).

Baca Juga  Operasi Pekat Singgalang 2026: Pengecer Togel Online Diciduk di IV Jurai

Ia menambahkan, mayoritas pemudik yang memanfaatkan fasilitas ini datang dari luar kota dan provinsi, menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat.

Melalui program ini, Kementerian Agama Kota Bukittinggi menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan maksimal bagi para pemudik, baik yang hanya melintas maupun yang sengaja berkunjung ke kota wisata tersebut.

Fenomena ini sekaligus menunjukkan semangat gotong royong dan kepedulian masyarakat Bukittinggi. Di tengah keterbatasan fasilitas penginapan, masjid hadir bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang kemanusiaan, tempat bernaung bagi siapa saja yang membutuhkan.(*).