“Kami kehilangan dua tokoh besar olahraga Sumbar. Almarhum Munandar Maska dan Thio Hok Seng telah memberikan dedikasi luar biasa di bidangnya masing-masing. Penghargaan ini menjadi bentuk penghormatan dan ucapan terima kasih insan olahraga Sumbar atas jasa-jasa beliau,” kata Hamdanus.
Menurut Hamdanus, pengabdian kedua tokoh olahraga tersebut bahkan terus berlanjut melalui anak-anak mereka yang kini juga aktif di dunia olahraga.
Jejak Munandar Maska, misalnya, diteruskan putranya, Fadhillurrahman, yang saat ini juga dikenal sebagai wasit karate nasional. Sementara putri Thio Hok Seng, Pretty Mery, tercatat sebagai atlet wushu Sumatera Barat.
“Ini membuktikan bahwa semangat olahraga dan pengabdian diwariskan dalam keluarga mereka. Apa yang telah diperjuangkan almarhum terus hidup dan diteruskan generasi berikutnya,” ujarnya.
Diketahui, Munandar Maska wafat saat menjalankan tugas sebagai wasit dalam Kejuaraan Nasional Karate di Bandung, Jawa Barat. Ia sempat tidak sadarkan diri di arena pertandingan sebelum dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.05 WIB.
Selain dikenal sebagai wasit karate nasional, Munandar juga aktif sebagai ustaz dan pernah menjadi pengurus Masjid Raya Ganting, Padang.
Sementara itu, Thio Hok Seng dikenal sebagai salah satu atlet angkat berat terbaik yang pernah dimiliki Sumatera Barat. Ia sukses mengharumkan nama Indonesia melalui torehan tiga medali emas dunia.






