“Berbagai peralatan pendukung dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian, di antaranya kendaraan rescue, ambulans, perahu karet lengkap dengan motor tempel, drone thermal, perlengkapan SAR air, peralatan medis, perangkat komunikasi, hingga perlengkapan mountaineering,” ujarnya
Katanya, operasi tersebut melibatkan sedikitnya 57 personel gabungan yang terdiri dari Pos SAR Pasaman, BPBD Pasaman, unsur TNI dan Polri, serta pemerintah nagari bersama masyarakat setempat. Meski cuaca dilaporkan cerah berawan, pencarian menghadapi kendala berupa tidak tersedianya jaringan komunikasi di lokasi kejadian.
“Hingga pukul 18.00 WIB, Tim SAR Gabungan belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban. Operasi pencarian kemudian dihentikan sementara dan dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Kamis (9/7/2026) mulai pukul 07.30 WIB,” ujarnya






