“Daerah kita adalah etalase bencana. Karena itu jangan hanya terpaku pada gempa. Semua jenis bencana harus dipelajari agar kita tahu bagaimana cara menyelamatkan diri,” katanya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mengabaikan setiap informasi mengenai bencana yang disampaikan pemerintah maupun media massa. Informasi tersebut bukan untuk menakut-nakuti, melainkan menjadi bekal agar masyarakat semakin siap menghadapi situasi darurat.
“Setiap kali membaca informasi tentang gempa, tsunami, banjir atau longsor, jangan diabaikan. Jadikan itu bagian dari pembelajaran hidup, bukan untuk membuat kita takut, tetapi agar kita semakin siap dan mampu menyelamatkan diri,” ujarnya.
Di akhir keterangannya, Prof. Abdul Hakam menegaskan bahwa masyarakat Sumatera Barat harus berdamai dengan kenyataan hidup di wilayah rawan bencana. Pilihan terbaik bukan mengabaikan ancaman, melainkan meningkatkan kesiapsiagaan secara berkelanjutan.
“Kita sudah memutuskan tinggal di daerah ini. Maka semua potensi bencana harus kita hadapi dengan persiapan yang sebaik-baiknya,” pungkasnya.






