Abdul Malik menjelaskan, operasi SAR hari kelima dimulai pada pukul 07.00 WIB dengan membagi area pencarian sepanjang kurang lebih 14 kilometer ke dalam empat sektor, yakni sektor A, B, C, dan D.
Pembagian sektor dilakukan untuk memperluas jangkauan pencarian sekaligus memaksimalkan penyisiran di lokasi terdampak banjir bandang.
Sektor A berada di sekitar lokasi kejadian dengan luas area pencarian sekitar 2,5 kilometer. Sektor B memiliki panjang area sekitar 3,5 kilometer, sedangkan sektor C dan D masing-masing mencakup area pencarian sepanjang sekitar lima kilometer.
“Pembagian sektor dilakukan agar pencarian lebih terarah dan seluruh area yang telah ditetapkan dapat disisir secara maksimal. Tim SAR gabungan terus berkoordinasi di lapangan untuk memastikan setiap sektor dapat ditangani sesuai rencana operasi,” ujarnya
Dalam operasi tersebut, tim SAR gabungan mengerahkan berbagai peralatan pendukung, mulai dari kendaraan operasional dan evakuasi, excavator, peralatan SAR air, hingga drone termal untuk membantu pemantauan area pencarian.
Pencarian korban banjir bandang tersebut melibatkan berbagai unsur SAR, TNI, Polri, pemerintah daerah, serta relawan kemanusiaan yang terus berupaya menemukan korban yang masih dinyatakan hilang.
“Kondisi cuaca yang cerah pada Jumat turut mendukung pelaksanaan pencarian dan evakuasi di lapangan,” ujarnya






