Ia menyebutkan, pendaftaran program Bajak Gratis dijadwalkan dimulai pada Mei 2026 dengan target pelaksanaan tanam serentak pada Juni 2026. Dalam prosesnya, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) juga akan dilibatkan untuk membantu masyarakat melakukan pendaftaran melalui aplikasi tersebut.
Di sisi lain, Bupati Pasaman Welly Suhery juga menaruh perhatian serius terhadap persoalan distribusi pupuk bersubsidi yang selama ini menjadi keluhan petani. Pemerintah daerah menegaskan akan memperketat pengawasan distribusi pupuk agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan pihak tertentu.
“Kita menerima informasi ada pupuk bersubsidi yang dikirim keluar daerah dan bukan untuk petani kita,” tegas Welly dalam rapat bersama kepala OPD dan camat di Balerong Anak Nagari beberapa waktu lalu.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Pasaman Yudesri menekankan pentingnya pengawasan ketat serta keterlibatan aparat penegak hukum dalam distribusi pupuk bersubsidi. Pemerintah nagari juga diminta aktif memberikan pemahaman kepada kelompok tani agar membuka akses bagi petani baru demi pemerataan penerima pupuk bersubsidi di Kabupaten Pasaman.





