PADANG, HANTARAN.CO – Pemerintah Kota Padang menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi yang terjadi pada November 2025 lalu.
Sebanyak 55 kepala keluarga (KK) menerima bantuan yang tersebar di empat kecamatan, yakni Kecamatan Koto Tangah sebanyak 14 KK, Kecamatan Kuranji 8 KK, Kecamatan Nanggalo 17 KK, dan Kecamatan Pauh 16 KK.
Bantuan stimulan diberikan untuk membantu masyarakat memperbaiki rumah yang mengalami kerusakan akibat bencana. Sebanyak 31 rumah dengan kategori rusak ringan menerima bantuan masing-masing Rp15 juta, sedangkan 24 rumah dengan kategori rusak sedang menerima bantuan masing-masing Rp30 juta.
Wali Kota Padang Fadly Amran menjelaskan bahwa bantuan stimulan tersebut merupakan komitmen pemerintah dalam mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana, sekaligus mendorong warga segera melakukan perbaikan rumah secara mandiri agar kembali memiliki hunian yang aman dan layak.
“Bantuan ini bukan hanya bentuk kepedulian pemerintah, tetapi juga upaya percepatan rehabilitasi rumah warga terdampak agar masyarakat bisa segera bangkit pascabencana,” ujarnya, Selasa (28/4/2026)
Ia menjelaskan, pencairan bantuan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama diserahkan sebesar 70 persen dan tahap kedua sebesar 30 persen. Dana bantuan diprioritaskan untuk pembelian material bangunan, sementara penggunaan untuk upah tukang dibatasi maksimal 25 persen dari dana yang dicairkan pada setiap tahap agar bantuan benar-benar fokus untuk perbaikan rumah.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton mengatakan bantuan stimulan perbaikan rumah ini merupakan bagian dari upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang pada November 2025 lalu. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat mempercepat proses pemulihan sekaligus meningkatkan ketangguhan warga terhadap potensi bencana di masa mendatang.
“Melalui penyaluran bantuan ini, Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat dalam penanganan dan pemulihan pascabencana, serta membangun ketangguhan daerah menghadapi ancaman hidrometeorologi di masa depan,” ujarnya.





