Oleh: Ardasani (Wartawan Olahraga Haluan)
Semen Padang FC menargetkan kembali promosi ke Liga 1 Indonesia pada kompetisi mendatang. Sebuah target yang tidak salah dan sangat masuk akal. Untuk itu manajemen tim mendatangkan sejumlah pemain dengan nama besar agar bisa mencapai target tersebut.
Spasojevic, Lilipaly, Hargianto, Gian Zola, Vizcara, Bagas Kaffa, Rezaldi Hehanusa dan Novri Setiawan. Secara keseluruhan tim Semen Padang FC mengontrak ada 35 atau 36 pemain. Untuk mencapai target kembali promosi ke Liga 1 Indonesia, Manajemen tim Semen Padang FC yang dipresideni Andre Rosiade mendatangkan juru taktik Nilmaizar.
Penunjukkan Nilmaizar sendiri sempat menuai kontroversi di kalangan pecinta Semen Padang FC. Nilmaizar dinilai sudah habis sebagai pelatih dan tidak cocok untuk menukangi kabau sirah. Meski mendapat kritikan pedas, pihak manajemen tetap mempercayakan tim kepada Nilmaizar yang merupakan mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut.
Pada laga awal melawan Persiraja, Semen Padang FC berhasil meraih kemenangan dengan skor 0-1. Meski meraih kemenangan, permainan Semen Padang FC dinilai tidak memuaskan. Namun kekecewaan akan permainan tertutupi dengan raihan tiga poin.
Pada pertandingan kedua melawan PSIS Semarang di Stadion Patriot, Semen Padang FC yang sudah unggul duluan dipaksa harus berbagi angka karena PSIS mampu menyamakan kedudukan menjadi 1-1 dimenit-menit akhir. Permainan Semen Padang FC menjadi sorotan bagi para pecinta. Taktikal Nilmaizar dinilai monoton karena hanya mengandalkan bola-bola panjang.
Pertanyaannya, apakah memang Nilmaizar tidak punya kapasitas untuk membawa Semen Padang FC kembali promosi ke Liga 1 dan strategi bola-bola panjang tidak bisa menghasilkan kemenangan?. Menurut saya tentunya Nilmaizar mempunyai kemampuan untuk membawa kembali Semen Padang FC ke Liga 1 Indonesia. Nilmaizar pernah membawa Semen Padang FC menjadi juara Liga Indonesia tahun 2010/2011. Nil juga memegang lisensi Pro A AFC.
Selama saya mengikuti Semen Padang FC dengan pelatih Nilmaizar, yaitu pada tahun 2010/2011 dan tahun 2015-2017, Nilmaizar tidak banyak berubah soal karakter pemain dan strategi permainan. Formasi yang diterapkan selalu sama yaitu 4-4-2. Komposisi pemain yang dimiliki selalu memiliki pemain sayap dengan karakter cepat dan lincah. Striker yang kuat melindungi bola dan memiliki kecepatan. Untuk dua pemain tengah bertipikal petarung dengan pressing ketat dan fisik yang kuat.






