Olahraga

Nilmaizar, Pemain dan Manajemen Semen Padang FC Searahkah?

×

Nilmaizar, Pemain dan Manajemen Semen Padang FC Searahkah?

Sebarkan artikel ini

Pada tahun 2010/2011 ketika membawa Semen Padang FC juara, untuk pemain sayap ada Elie Aiboy, Dedi Hartono dan Vizcara. Untuk dua pemain tengah, ada You Hyun Ko, Mofu dan M. Rizal. Untuk striker, ada Edward Wilson Junior dan Ferdinan Sinaga.

Ketika kembali menukangi Semen Padang FC pada tahun 2015, Nil juga memakai pemain dengan karakter dan formasi yang sama. Saat itu untuk pemain sayap ada nama-nama seperti Irsyad Maulana, Hendra Bayaw dan Vizcarra. Untuk dua posisi di tengah masih dihuni oleh Yu Hyun Ko, Rudi Doang, Mofu ditambah dengan Eka Ramdani. Lini depan ada Airlangga dan Nur Iskandar.

Pada tahun 2016, sayap yang dimiliki Semen Padang FC juga berkarakter cepat yaitu Riko Simanjuntak, Irsyad Maulana dan Defri Rizki. Sedangkan dua ditengah juga berkarakter petarung dan pressing ketat yaitu Mofu, Rudi, Diego Messias dan Mekan Nasyrov. Untuk striker ada Nur Iskandar dan Marcel Sacramento. Marcel juga merupakan striker yang kuat dalam melindungi bola walaupun tidak sekuat Wilson Junior.

Baca Juga  Andre Rosiade Cup 1, Griya Elok dan Padang Peduli Raih Juara

Pada tahun 2017, Nil mampu membawa Semen Padang FC ke final Piala Jendral Sudirman walaupun kalah di Final dari Mitra Kukar yang saat itu diasuh oleh Jafri Sastra. Nil masih mempertahankan pemain dengan karakter yang sama. Meski pindah melatih tim lain, Nil masih tetap mempertahankan karakter pemain sayap yang lincah dan lini tengah yang petarung.

Namun komposisi pemain yang diturunkan oleh Nilmaizar pada pertandingan melawan Persiraja dan PSIS, Nil yang sudah beralih menggunakan formasi 4-3-3. Tiga pemain didepan yang dimainkan adalah Rahmat, Spasojevic dan Zulkifli. Meskipun menerapkan formasi 4-3-3, winger haruslah memiliki kecepatan.

Rahmat dan Zulkifli yang berada di sisi wing tidak memiliki kecepatan dan kelincahan seperti yang dimiliki oleh Semen Padang FC yang dipegang oleh Nil era sebelum-sebelumnya. Satu-satunya sayap Semen Padang FC yang memiliki kecepatan adalah Kasim Botan, Cuma masih belum dimainkan. Entah apa alasannya.

Baca Juga  Kota Solok Siap Jadi Tuan Rumah Cabor Aero Sport di Porprov Sumbar 2026

Pada laga lawan Persiraja dan PSIS, Nilmaizar masih memakai strategi bola-bola panjang dan sayap. Strategi tersebut sebenarnya sama sejak Nil memegang tim Semen Padang FC sebelumnya. Artinya karakter dan strategi permainan Nil tidak berbeda walaupun formasi berbeda.

Jika melihat kondisi tersebut, artinya pemain yang ada saat ini tidaklah terlalu mendukung strategi yang dimiliki oleh Nilmaizar. Apakah strategi bola-bola panjang dan sayap tidak bisa membawa kemenangan. Pastinya kemungkinan untuk menang dan kalah pasti ada. Seperti yang dikatakan Nilmaizar ketika jelang lawan PSIS, saat ini tim lawan bisa melihat strategi dan kekuatan lawan. Tergantung strategi siapa yang berjalan dengan baik.