Berita

Ketua DPRD Limapuluh Kota Minta Maaf soal Mobil Dinas yang Viral

×

Ketua DPRD Limapuluh Kota Minta Maaf soal Mobil Dinas yang Viral

Sebarkan artikel ini

LIMAPULUH KOTA, HANTARAN.Co — Ketua DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, Doni Ikhlas, menyampaikan permintaan maaf kepada publik terkait penggunaan mobil dinas DPRD oleh istrinya yang viral di media sosial dalam dua hari terakhir.

Doni menjelaskan, penggunaan kendaraan dinas tersebut terjadi saat dirinya sedang berada di luar kota untuk keperluan dinas. Pada waktu bersamaan, istrinya memiliki urusan ke kampus dan berencana menjemput dirinya sepulang dari perjalanan dinas tersebut.

“Saya mohon maaf atas kelalaian dan kondisi tersebut. Secara pribadi maupun sebagai Ketua DPRD Limapuluh Kota, saya meminta maaf kepada masyarakat Limapuluh Kota dan publik pada umumnya,” kata Doni di Tanjung Pati, Sabtu (23/5/2026).

Baca juga : Jemaah PDG 12 Berpulang Jelang Puncak Haji, Kemenhaj Jelaskan Hak Jemaah Wafat

Ia mengatakan, sopir kendaraan dinas saat itu tengah izin pulang kampung karena sakit sehingga tidak memungkinkan untuk mengemudikan mobil tersebut. Kondisi itu, menurut Doni, menjadi alasan kendaraan dinas digunakan oleh keluarganya.

Baca Juga  Arsiteki Tim di Liga 2, Weliansyah Ingin Bawa Semen Padang FC ke Liga 1

Doni juga menegaskan bahwa keluarganya tidak memiliki maksud untuk memamerkan fasilitas negara melalui unggahan yang beredar di media sosial. Menurutnya, unggahan tersebut terjadi karena ketidaktahuan.

“Bagi istri dan teman-temannya, hal tersebut bukan untuk membanggakan atau maksud lain. Mereka murni karena tidak tahu,” ujarnya.

Ketua DPRD Limapuluh Kota Minta Maaf

Ia berjanji akan lebih berhati-hati dalam penggunaan fasilitas negara ke depan. Menurut Doni, peristiwa tersebut menjadi pembelajaran agar penggunaan kendaraan dinas tetap sesuai ketentuan dan etika pejabat publik.

“Atas kondisi dan kelalaian tersebut, saya dan keluarga kembali memohon maaf. Semoga ke depan kami dapat lebih menjaga dan mempergunakan fasilitas itu dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Baca Juga  Komisi VIII DPR Soroti Transisi Penyelenggaraan Haji ke BPH

Sementara itu, tokoh masyarakat Limapuluh Kota, Ferizal Ridwan, menilai persoalan tersebut tidak perlu diperbesar. Mantan Wakil Bupati Limapuluh Kota periode 2016–2021 itu menyebut peristiwa tersebut lebih kepada persoalan etika dan kurangnya pemahaman.

Menurut Ferizal, Doni telah memberikan penjelasan secara terbuka kepada publik serta menyampaikan permintaan maaf. Karena itu, ia menilai persoalan tersebut sebaiknya disikapi secara proporsional.

“Setelah dicermati, ini lebih pada persoalan etik dan pemahaman saja. Tidak ada kesalahan berat. Beliau juga sudah menjelaskan secara gamblang dan meminta maaf ke publik,” ujar Ferizal.

Ferizal yang juga pernah menjabat sebagai anggota DPRD Limapuluh Kota periode 2004–2009 itu berharap polemik tersebut tidak menjadi perdebatan berkepanjangan di tengah masyarakat. Ia mengajak publik melihat persoalan secara jernih dan mengedepankan tabayun atas penjelasan yang telah disampaikan. (*)