Ketua TP-PKK Kota Padang Dian Puspita Fadly Amran mengatakan, TBC masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang membutuhkan penanganan bersama.
Menurutnya, TP-PKK memiliki posisi strategis dalam mendukung upaya tersebut karena jaringan kadernya menjangkau masyarakat hingga tingkat kelurahan, RW, RT, kelompok dasawisma, dan keluarga.
Dian menegaskan, kader PKK tidak mengambil alih tugas dokter maupun tenaga kesehatan. Namun, kader dapat menjadi penghubung antara masyarakat dengan layanan kesehatan.
“Kader tidak menggantikan peran dokter atau tenaga kesehatan. Namun, kader dapat menjadi mata dan telinga di tengah masyarakat untuk mengenali gejala, mendorong pemeriksaan, membantu penelusuran kontak, dan mendampingi pasien agar tidak berhenti berobat,” ujar Dian.
Ia berharap keterlibatan kader dapat membantu mempercepat penemuan kasus sekaligus meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalani pengobatan hingga tuntas.
Peringatan Hari Paru Sedunia 2026 tersebut mengangkat tema “A Lifetime of Lung Health” atau “Kesehatan Paru Sepanjang Hayat”, dengan subtema “Sinergi Aksi Tuntaskan Tuberkulosis (TBC)”.
Kegiatan juga diisi dengan talkshow dan Lomba Penyuluh TBC. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan pemahaman sekaligus memperkuat kapasitas kader dalam memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.






