Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penjelasan Zulmaeta terhadap berbagai pandangan yang muncul setelah dirinya dikabarkan bergabung dengan partai yang dipimpin Prabowo Subianto tersebut.
Bahkan, Zulmaeta mengaku ada pihak yang menyebut langkah politiknya sebagai bentuk pengkhianatan. Namun, ia melihat perpindahan atau perubahan pilihan politik sebagai sesuatu yang juga terjadi dalam dinamika politik.
“Tapi ada juga yang sempat bilang saya berkhianat. Banyak juga politisi pindah-pindah partai, bahkan kader-kadernya. Yang jelas saya belum punya partai, dan saya juga bukan pengurus, kan sama kayak numpang saja,” katanya.
Menurut Zulmaeta, pilihan politiknya tersebut sebaiknya tidak langsung dicurigai sebagai langkah untuk mengejar kepentingan politik tertentu. Ia meminta masyarakat melihat bagaimana pilihan tersebut nantinya berpengaruh terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan di Kota Payakumbuh.
“Yang jelas, masyarakat lihat saja hasilnya. Jangan curiga dengan bagaimana seorang kepala daerah berpolitik untuk kemajuan daerah yang dipimpinnya,” ujarnya.
Bergabungnya Zulmaeta dengan Gerindra sendiri menjadi dinamika politik baru di Kota Payakumbuh. Sebelumnya, Zulmaeta maju pada Pilkada 2024 dengan dukungan Partai Demokrat dan PPP.






