Elzadaswarman mengatakan khatam Al-Qur’an bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan langkah awal untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Anak-anakku yang hari ini khatam Al-Qur’an dan wisuda Iqra jangan berhenti belajar setelah prosesi ini. Al-Qur’an harus terus dibaca, dipahami, diamalkan, dan menjadi penuntun dalam kehidupan sehari-hari,” katanya saat melepas peserta pawai khatam Al-Qur’an.
Menurut dia, tantangan yang dihadapi generasi muda pada era digital semakin kompleks sehingga membutuhkan penguatan pendidikan agama dan pembentukan karakter yang kokoh sejak dini.
“Gawai dan pengaruh lingkungan dapat menjadi tantangan bagi tumbuh kembang anak. Karena itu, membiasakan anak dekat dengan masjid dan Al-Qur’an merupakan investasi terbaik untuk masa depan mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan Pemerintah Kota Payakumbuh akan terus memberikan perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan Al-Qur’an sebagai salah satu fondasi penting dalam membangun masyarakat yang religius, berkarakter, dan berdaya saing.
Sementara itu, Pengelola TPQ Mudarma Refdinel mengaku bersyukur karena kegiatan khatam Al-Qur’an dapat kembali dilaksanakan setelah sempat terhenti akibat pandemi.






