“Camat dan wali nagari juga diminta merangkul para pelaku usaha agar terlibat aktif membersihkan fasilitas umum, seperti jalan, jembatan, masjid, hingga drainase,” ujar Afkar.
Dalam kesempatan tersebut, Afkar mengungkapkan produksi sampah di Pasaman Barat mencapai 188 ton per hari. Namun, jumlah sampah yang berhasil diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) baru sekitar 48 ton per hari.
Menyikapi kondisi itu, pemerintah daerah mengimbau masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah, yakni memisahkan sampah organik dan anorganik.
“Harapan kami, masyarakat sadar untuk memilah sampah. Dengan pemilahan, yang dibawa ke TPA hanya sampah residu. Hal ini penting agar kapasitas TPA tidak cepat penuh dan lingkungan tetap terjaga,” kata Afkar.
Pemkab Pasbar menegaskan pentingnya komitmen seluruh pihak agar Gerakan Indonesia Asri menjadi budaya rutin, meski pelaksanaannya tetap menyesuaikan dengan jadwal kegiatan masing-masing.






